Perbankan Syariah
Konversi Bank Nagari Terganjal Komitmen Manajemen
Fajar adhitya
Selasa, 08 Maret 2022 - 06:02 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Konversi PT Bank Pembangunan Daerah Sumatra Barat atau Bank Nagari jadi perbankan syariah mengalami ganjalan. Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah meragukan komitmen manajemen Bank Nagari dalam proses peralihan menjadi lembaga keuangan syariah.
Buya Mahyeldi secara tegas menyatakan, bagi manajemen yang tidak setuju terhadap konversi bank Nagari menjadi bank syariah, sebaiknya segera mengundurkan diri. Hal itu disampaikan gubernur saat memberikan sambutan kegiatan Subuh Mubarokah bulanan ASN lingkup Pemprov Sumbar, di Masjid Raya Sumbar, belum lama ini.
Menurut dia, keinginan konversi sudah ada sejak periode kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno. Kemudian diperkuat lagi pada periode kepemimpinannya saat ini.
Baca Juga:OJK: Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Terus Tumbuh di Awal Tahun
Apalagi, menurut gubernur konversi ini merupakan wujud nyata dukungan Sumbar terhadap keinginan Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah. "Kita sudah putuskan bahwasanya bank umum nagari dikonversi menjadi bank umum syariah. Itu Sudah diputuskan," katanya.
Ia meminta jajaran diresi dan komisaris mendukung sepenuhnya langkah konversi Bank Nagari menjadi perbankan syariah. "Karena itu hari ini saya tegaskan jika seandainya ada jajaran Bank Nagari yang berfikir lain dari yang telah diputuskan, sebaiknya mundur saja," ujarnya.
Penegasan ini disampaikan gubernur karena mengetahui masih adanya pihak manajemen bank nagari yang berusaha melakukan lobi agar konversi bank syariah tidak usah direalisasikan. "Masih ada juga yang melobi-lobi," katanya.
Buya Mahyeldi secara tegas menyatakan, bagi manajemen yang tidak setuju terhadap konversi bank Nagari menjadi bank syariah, sebaiknya segera mengundurkan diri. Hal itu disampaikan gubernur saat memberikan sambutan kegiatan Subuh Mubarokah bulanan ASN lingkup Pemprov Sumbar, di Masjid Raya Sumbar, belum lama ini.
Menurut dia, keinginan konversi sudah ada sejak periode kepemimpinan gubernur Irwan Prayitno. Kemudian diperkuat lagi pada periode kepemimpinannya saat ini.
Baca Juga:OJK: Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Terus Tumbuh di Awal Tahun
Apalagi, menurut gubernur konversi ini merupakan wujud nyata dukungan Sumbar terhadap keinginan Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah. "Kita sudah putuskan bahwasanya bank umum nagari dikonversi menjadi bank umum syariah. Itu Sudah diputuskan," katanya.
Ia meminta jajaran diresi dan komisaris mendukung sepenuhnya langkah konversi Bank Nagari menjadi perbankan syariah. "Karena itu hari ini saya tegaskan jika seandainya ada jajaran Bank Nagari yang berfikir lain dari yang telah diputuskan, sebaiknya mundur saja," ujarnya.
Penegasan ini disampaikan gubernur karena mengetahui masih adanya pihak manajemen bank nagari yang berusaha melakukan lobi agar konversi bank syariah tidak usah direalisasikan. "Masih ada juga yang melobi-lobi," katanya.