LANGIT7.ID, Jakarta -
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan tetap stabil dan terus bertumbuh di awal tahun ini. Sebab terjadi peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo menyebutkan, nilai transaksi dan penghimpunan dana di pasar modal juga meningkat.
"Itu sejalan dengan kerja pengawasan OJK, terkendalinya pandemi, pulihnya mobilitas, dan meningkatnya kegiatan perekonomian," ungkap Anto dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/3/2022).
Baca Juga: 5 Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional, Mana Lebih Aman?Kepercayaan investor dan terkendalinya penanganan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia juga telah mendorong IHSG menguat.
Volatilitas di pasar keuangan domestik yang mulai mereda, mendorong meningkatnya aktivitas investor asing di pasar saham maupun surat utang/SBN, ditandai dengan kepemilikan asing yang meningkat secara year to date (ytd).
"Sepanjang Februari 2022, indeks saham cenderung menguat seiring optimisme pelonggaran PPKM. IHSG menguat sebesar 3,88 persen (mtd) dan relatif lebih tinggi dari negara emerging market lainnya," jelasnya.
Di mana investor nonresiden juga mencatatkan net buy sebesar Rp17,51 triliun, terutama ke saham sektor perbankan dan komoditas.
Anto menjelaskan, fungsi intermediasi perbankan pada bulan Januari 2022 (data sementara) mencatatkan tren peningkatan, dengan kredit tumbuh sebesar 5,79 persen (yoy).
Sektor usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi di antaranya pertambangan 26,83 persen, transportasi 11,14 persen dan pengolahan 8,98 persen.
"Berdasarkan segmentasi, terdapat peningkatan kredit kategori debitur korporasi sebesar 5,23 persen (yoy) dan konsumsi 4,98 persen (yoy). Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,07 persen (yoy)," katanya.
Lebih lanjut, penghimpunan dana di pasar modal hingga akhir Februari 2022 mencapai nilai Rp29,73 triliun, dengan penambahan sebanyak 9 emiten baru.
Penawaran umum mayoritas berasal dari sektor keuangan 33,6 persen, sektor industrial 16,6 persen dan sektor properti 13,5 persen. Hal ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih baik.
Sementara di sektor IKNB, piutang pembiayaan dalam tren peningkatan menjadi sebesar Rp367 triliun. Sektor asuransi berhasil menghimpun premi pada bulan Januari 2022 sebesar Rp26,9 triliun dengan premi Asuransi Jiwa sebesar Rp15,1 triliun, serta Asuransi Umum sebesar Rp11,8 triliun.
Sedangkan untuk penghimpunan iuran dana pensiun tercatat sebesar Rp3,86 triliun. Selain itu, fintech peer to peer (P2P) lending pada Januari 2022 mencatatkan pertumbuhan outstanding pembiayaan sebesar Rp1,26 triliun atau 93,8 persen yoy.
"OJK terus mengamati perkembangan kondisi perekonomian dan sektor jasa keuangan. OJK bersama pemerintah dan otoritas terkait lainnya serta para stakeholder, terus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.
(bal)