home masjid

Masjid Biru Soekarno, Jejak Sejarah Diplomasi Indonesia di Rusia

Selasa, 08 Maret 2022 - 15:26 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Mantan Duta Besar LBBP RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Mohamad Wahid Supriyadi, mencertiakan, pada 1956, Ketua Dewan Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev, mengundang Presiden Sukarno berkunjung ke negeri beruang merah itu, atau kini jadi Republik Federasi Rusia.

Saat itu, Bung Karno memberikan syarat ke Uni Soviet untuk menghindari kesan Indonesia berada pada Pengaruh blok Uni Soviet. Bung Karno meminta pemimpin Uni Soviet menemukan makam Imam Bukhari sebagai Syarat kunjungan.

Baca juga: Berkat Islam, Indonesia dan Rusia Bisa Jalin Hubungan Baik

Khruschev melalui jaringan intelijen berhasil menemukan lokasi tempat Imam Bukhari dimakamkan. Makam itu ditemukan di sebuah semak belukar di Samarkand, saat ini masuk wilayah Uzbekistan. Bung Karno pun mengunjungi makam tersebut untuk berziarah.

Lalu saat berkunjung ke St. Petersburg (saat ini Leningrad), saat menelusuri sungai Neca, Bung Karno tiba-tiba melihat dua menara dengan simbol bulan sabit dan kubah. Bung Karno pun tahu kalau itu sebuah masjid.

Bung Karno meminta untuk mampir ke masjid dan shalat di sana. Ia terkejut karena menyaksikan masjid itu telah berfungsi sebagai gudang dan sangat tidak terurus. Ia akhirnya memutuskan untuk shalat di halaman masjid.

Saat kembali ke Moskow dan bertemu Khrushchev, Bung Karno ditanya terkait kesan-kesan selama kunjungan. Bung Karno mengaku tidak ‘impressed’ dan melihat masjid yang tidak terurus. Dia lalu meminta kepada pemimpin Soviet itu untuk menyerahkan kembali masjid itu ke umat Islam di kota terbesar kedua tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid indonesia rusia soekarno uni soviet
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya