Psikolog Ungkap Usia Ideal Anak Masuk Sekolah Dasar
Muhajirin
Kamis, 10 Maret 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Psikolog dan Dosen Universitas Indonesia (UI), Rose Mini Agoes Salim, menilai, usia untuk masuk jenjang sekolah dasar (SD) bagi setiap anak bisa jadi berbeda-beda. Itu tergantung pada kesiapan yang dimiliki setiap anak.
Kematangan untuk bersekolah tidak dilihat dari usia. Ini karena setiap anak memiliki perbedaan individu, ada yang berusia 5 tahun sudah matang dan ada yang 7 tahun.
“Kalau stimulasi bagus, anak pasti matang ke sekolah. Kenapa usia 7 tahun matang, karena itu diambil pada usia kematangan rata-rata,” kata Rose dalam webinar Kemendikbud-Ristek RI dan disiarkan dalam akun YouTube, dikutip Kamis (10/3/2022).
Baca juga: Kebiasaan Bermain dengan Menggoda Anak, Sehatkah?
Rose menjelaskan beberapa aspek kesiapan sekolah. Orang tua dan pendidik perlu memahami aspek tersebut agar anak bisa berkembang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Di antaranya, aspek fisik yang meliputi motorik kasar dan motorik halus. Kesiapan bahasa yang meliputi perkenalan diri, bercerita, menjawab pertanyaan, dan bernyanyi.
Kesiapan kognitif meliputi mengenal sesuatu, mengenal warna, mengetahui angka, membedakan bentuk, dan bisa mengelompokkan benda. Kesiapan sosial-emosional yakni bermain interaktif, berperilaku sesuai norma, menghargai perbedaan, tidak terlalu bergantung dengan orang tua, dapat menolong orang atau temannya, dan menunjukkan rasa setia kawan.
Kematangan untuk bersekolah tidak dilihat dari usia. Ini karena setiap anak memiliki perbedaan individu, ada yang berusia 5 tahun sudah matang dan ada yang 7 tahun.
“Kalau stimulasi bagus, anak pasti matang ke sekolah. Kenapa usia 7 tahun matang, karena itu diambil pada usia kematangan rata-rata,” kata Rose dalam webinar Kemendikbud-Ristek RI dan disiarkan dalam akun YouTube, dikutip Kamis (10/3/2022).
Baca juga: Kebiasaan Bermain dengan Menggoda Anak, Sehatkah?
Rose menjelaskan beberapa aspek kesiapan sekolah. Orang tua dan pendidik perlu memahami aspek tersebut agar anak bisa berkembang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Di antaranya, aspek fisik yang meliputi motorik kasar dan motorik halus. Kesiapan bahasa yang meliputi perkenalan diri, bercerita, menjawab pertanyaan, dan bernyanyi.
Kesiapan kognitif meliputi mengenal sesuatu, mengenal warna, mengetahui angka, membedakan bentuk, dan bisa mengelompokkan benda. Kesiapan sosial-emosional yakni bermain interaktif, berperilaku sesuai norma, menghargai perbedaan, tidak terlalu bergantung dengan orang tua, dapat menolong orang atau temannya, dan menunjukkan rasa setia kawan.