Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Kebiasaan Bermain dengan Menggoda Anak, Sehatkah?

Fifiyanti Abdurahman Rabu, 02 Maret 2022 - 16:00 WIB
Kebiasaan Bermain dengan Menggoda Anak, Sehatkah?
Ilustrasi seorang ayah yang menggoda anak perempuannya. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Menggoda anak menjadi sebuah kebiasaan yang lazim dilakukan hampir semua orang dewasa. Menyembunyikan mainan, dot susu yang tidak segera dikasih, adalah contoh dari godaan yang sering diberikan kepada anak-anak.

Tujuan dari menggoda anak ini adalah menantikan ekspresi dan perubahan emosi pada anak tersebut layaknya sebuah adegan hiburan. Bagi sebagian orang, pola bermain ini dianggap lucu atau penuh humor untuk anak.

Apalagi ketika anak bereaksi seperti marah dan lainnya yang akan terlihat menggemaskan bagi para orang dewasa ini.

Dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang, Lita Widyo Hastuti mengatakan menggoda anak bukanlah kebiasaan yang sehat.

Baca juga: Orang Tua Buka Percakapan Pornografi dengan Anak, Perlukah?

"Saat anak mulai menunjukkan ekspresi nggak suka, bukannya berhenti si penggoda malah lanjut, demi bisa menikmati kesenangan. Ada pula yg mengatasnamakan ngelatih struggle anak untuk hadapi tantangan dan kegagalan. Tapi, tidak seperti itu caranya dan konteksnya juga tidak pas," kata Lita, Senin (28/2/2022), lalu.

Menurut Lita, bayi dan anak kecil memang perlu dirangsang dengan beragam stimulus. Mereka perlu diajak berada dalam aneka pengalaman. Akan tetapi bukan berarti Anda mengabaikan kapasitas toleransi emosi mereka yang masih serba terbatas.

"Kemampuan anak untuk membela diri juga masih minim dan sederhana. Jadi ketika anak digodain secara kebangetan, reaksi anak ya berkisar antara nangis, marah, berteriak, atau mungkin melakukan agresi (berusaha memukul, menyerang, membanting sesuatu yg dipegang)," ucapnya.

Lita menambahkan, karena badan anak yang masih kecil, orang dewasa yang menggoda beranggapan sebagai hal lucu saja, sepele, dan tidak berbahaya.

"Toh habis digodain anak bisa cepet berubah emosinya, langsung ketawa-ketawa kalau dot susu diserahkan," tutur Lita.

Hal ini memang fakta, lanjut Lita, jika dilihat dari sudut pandang atau frame orang dewasa. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi anak bagaimana? Bagi Lita, orang dewasa perlu mengetahui hal tersebut sama sekali tidak lucu bagi anak-anak.

"Inget, level perkembangan kognisi dan emosinya masih terbatas. Pengalaman-pengalaman tadi diserap anak sebagai sesuatu yang serius. Anak akan kecewa, gagal, marah, tak berdaya, kalah, merasa tak didengar dan diabaikan. Jiwa kecilnya tentu akan frustrasi," katanya.

Lita pun menjelaskan melalui ilmu psikologi dari psikolog Jerman, Erikson dimana bayi dengan pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan itu adalah ladang subur bagi tumbuhnya basic mistrust.

"Bayi akan dipenuhi rasa tidak percaya pada dunia sekitar, karena secara berulang mendapatkan pengalaman-pengalaman (sosioemosional) buruk dari orang-orang di sekelilingnya." runutnya.

Baca juga: Gus Baha: Memanjakan Anak itu Sunnah

Ketika bayi bertumbuh dan kebiasaan menggoda yang kebablasan ini tetap dipelihara, maka rekaman kejadian itu makin menumpuk di otaknya. Ia akan menghubungkan potongan-potongan peristiwa tersebut dan perlahan membuat kesimpulan dahsyat di dalam pikirannya bahwa, "dunia tidak bisa dipercaya".

"Kita tanpa sadar mengajari anak menjadi pribadi yang menganggap bahwa semua persoalan akan selesai jika ia berteriak, marah dan mulai agresif. Kita membuat anak tidak percaya terhadap lingkungan, curigaan, mudah memusuhi, sulit berbagi dan sulit empati. Kita telah menjejalkan rasa frustrasi yang tidak perlu," ucap Lita.

Berbahaya? Tentu saja. Lita pun menyarankan bagi orang dewasa sebelum menggoda, sebaiknya tanyakan dulu hal tersebut untk si anak atau untuk diri Anda sendiri.

"Mari kita hormati emosi anak dengan tidak menari-nari di atas rasa frustrasinya. Yuk belajar untuk nggak memain-mainkan emosi anak," pesan Lita yang mengizinkan Langit7, untuk mengutip dari akun Twitter @WidyoLita.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)