Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Orang Tua Buka Percakapan Pornografi dengan Anak, Perlukah?

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 01 Maret 2022 - 12:24 WIB
Orang Tua Buka Percakapan Pornografi dengan Anak, Perlukah?
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ibarat pedang bermata dua, teknologi memilik dampak positif sekaligus negatif untuk penggunanya. Bila tak bijak dalam menggunakan teknologi, niscaya mudarat atau kerugian yang didapat.

Karena itu sebagai orang tua perlu mengawasi akses teknologi, khususnya gadget, pada anak-anak. Terlebih pada lalu lintas konten pornografi dan kekerasan, dimana usia anak sangat rentan terpapar.

Penulis Buku bertajuk "How To Talk To Your Muslim Child About Sex", Firoza Osman mengatakan sebagai orang tua sangat perlu menjadi lebih perhatian dan terlibat dalam segala kegiatan anak, agar dapat mengetahui apa yang mereka lakukan.

Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam: Ajarkan Fitrah, Lindungi Anak dari Pornografi dan Pergaulan Bebas

"Sebagai orang tua Muslim kita membesarkan anak-anak di dunia di mana mengirim gambar telanjang adalah kegiatan normal yang biasa dimulai di sekolah dasar. Lingkungan porno melalui TV, film, musik, dan media sosial mengelilingi mereka," kata Firoza Osman, dilansir dari Halal Parenting, Selasa (1/2/2022).

Dia menambahkan, anak-anak mengirim gambar telanjang, menonton film porno, dan bahkan mengalami kecanduan porno. Ini adalah masalah yang juga berkembang di komunitasnya, dan kereligiusan tidak membuat Anda kebal terhadap pornografi.

"Saya tahu Muslim berlatih berjuang dengan kecanduan porno, termasuk seorang imam," ucapnya.

Lebih lanjut, Firoza berkata paparan pertama bagi anak-anak terhadap pornografi biasanya tidak disengaja, dan rata-rata usia ini terjadi pada usia delapan tahun.

"Namun, pada usia 14 tahun, lebih dari 90 persen anak-anak telah melihat film porno. Usia rata-rata anak-anak yang mendapatkan smartphone telah menurun selama beberapa tahun terakhir. Aktivitas harian diambil, disaring, diunggah, dibagikan, dan diulang setiap hari," ungkap Firoza.

Dengan paparan perangkat di mana-mana, anak Anda pasti akan menemukan atau melihat film porno melalui teman sebayanya, tutur Firoza.

Menurut dia, porno bukan hanya masalah 'laki-laki' karena berbahaya bagi kedua jenis kelamin. Meskipun anak laki -laki masih merupakan konsumen pornografi yang lebih signifikan daripada anak perempuan.

"Semua platform media sosial dapat menjadi pintu gerbang pornografi. Ada bot porno di Instagram yang mencoba memikat pengguna ke situs web yang berafiliasi dengan pornografi," ucapnya.

Baca juga: Pornografi Tak Hanya Haram tapi juga Berbahaya bagi Otak

"Kata-kata kotor hadir dan konten eksplisit tersedia secara luas di TikTok. Podcast baru-baru ini yang saya dengarkan mewawancarai seorang remaja yang kecanduan pornografi dari Pinterest. Saya yakin Anda mengira Pinterest hanya berisikan dekorasi rumah dan makanan," tegasnya.

Bahkan, ungkap Firoza, industri gim pun memiliki pengaruh dalam pendistribusiannya. Roblox, game online multipemain masif, sangat populer di kalangan anak-anak.

Sebagian besar gim 'dibuat oleh pengguna' sehingga sulit untuk dipantau, dan simulasi tindakan seks ada di platform. Ada banyak citra seksual dalam video gim, dan bot porno telah menyusup ke Playstation dan Xbox.

"Ingat, industri porno mencari pelanggan seumur hidup, jadi menyasar anak-anak. Menonton film porno bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan oleh anak-anak 'nakal'. Semua anak rentan untuk tersedot ke dalamnya," pesannya.

Lalu, apa yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah hal tersebut?

Dosen pendidikan lanjut, termasuk kesehatan dan seksual, di Inggris ini memberi beberapa tips untuk para orang tua.

1. Memberi pemahaman tentang pornografi

"Tradisi kesopanan dan pendidikan budaya kami telah membuat kami tidak nyaman berbicara tentang seks dan pornografi. Tidak apa-apa untuk canggung membicarakannya dan mengakui ketidaknyamanan itu dengan anak-anak Anda."

Menurut Firoza, kecanggungan adalah hal yang lumrah. Namun, seiring waktu rasa tidak nyaman itu sendiri akan berkurang. Membicarakan pornografi dengan anak akan melindungi anak-anak dalam mengambil keputusan yang lebih baik dengan menunda seks dan menolak pornografi.

Baca juga: Ini Usia Ideal Menyekolahkan Anak menurut Pakar Neuroparenting

2. Memantau akses digital anak

Sangat penting bagi orang tua untuk mengawasi dan memantau semua perangkat elektronik seperti TV di ruang publik yang ramah keluarga. Namun, strategi perlindungan yang vital adalah melakukan percakapan berlapis dan konsisten dengan putra dan putri Anda sejak dini.

"Mereka perlu mempelajari apa itu pornografi dengan cara yang sesuai dengan usia, mengidentifikasinya, memahami bagaimana hal itu membahayakan otak mereka, dan apa yang harus dilakukan jika mereka melihatnya. Jika Anda menemukan anak Anda menonton film porno, tetaplah tenang, suportif, dan penuh kasih." jelas Manajer Program Afterschool untuk organisasi nirlaba Islam Kanada ini.

3. Bantu anak mengembangkan filter internal

Pada akhirnya, orang tua menginginkan 'filter internal' pada anak agar mereka dapat membuat pilihan yang baik saat sendiri atau bersama teman sebaya. Bagaimana orang tua memperkuat filter internal ini?

Untuk membuat dan membesarkan anak-anak menjadi tangguh, dibutuhkan dukungan keterikatan antara orang tua dan buah hati.

"Resiliensi adalah kemampuan untuk mengatasi dan beradaptasi dengan kesulitan dan stres. Itu dimulai dengan mengajarkan disiplin diri ketika mereka masih muda. Anda memberi mereka kepemilikan atas sebuah aturan." jelas Firoza.

Misalnya, “jika kamu ingin bermain di luar, simpan dulu mainannya.”

Disiplin diri membantu anak-anak belajar kepuasan yang tertunda dan tidak menyerah pada godaan, misalnya mereka bisa melupakan acara TV untuk belajar demi ujian.

Selain itu, disiplin diri akan memperkuat kendali mereka atas otak 'berpikir' mereka alih-alih otak 'perasaan' mereka, yang akan membantu mereka melawan tarikan pornografi di masa remajanya.

4. Rumah Anda adalah tempat latihan

Mereka perlu mempelajari dan mempraktikkan keterampilan ini dengan memberi mereka pilihan, rutinitas, batasan, dan konsekuensi. Membiarkan mereka mengalami kegagalan juga membangun ketahanan.

"Kita tidak perlu selalu melindungi anak kita dari tantangan atau rintangan. Ini akan membantu mereka mempelajari keterampilan mengatasi alih-alih menonton pornografi untuk mengatasi tekanan hidup." tambah Asisten Pendidikan dan dewan sekolah umum ini.

Baca juga: Teladani Rasulullah, Ini 7 Pola Asuh Islami yang Bisa Diterapkan

5. Menumbuhkan ketahanan

Ketahanan juga dipupuk dengan membantu anak-anak menjadi cerdas secara emosional dengan belajar mengidentifikasi dan menangani emosi mereka dan mendapatkan pujian untuk perilaku yang baik.

Kecerdasan emosional membantu mengelola emosi dari otak 'berpikir', yang mengurangi rasa malu, sehingga lebih mudah untuk mengatasi kecanduan porno.

6. Memperkuat koneksi

Selalu lebih mudah untuk mempengaruhi anak-anak ketika Anda terhubung dengan mereka sebelum mengoreksi mereka. Perkuat keterikatan mereka kepada Anda dengan membiarkan mereka merasa dilihat, didengar, dan dicintai.

"Perkuat hubungan mereka dengan Allah dengan memelihara hubungan dengan-Nya berdasarkan cinta yang mengembangkan kesadaran Tuhan (taqwa) dan keinginan untuk menyenangkan Al-Baseer (Maha Melihat)." urai Firoza.

Menurut Firoza, orang perlu menjelaskan pada anak bahwa seksualitas sebagai berkah Allah SWT. Nabi Muhammad SAW tidak menghindar dari topik seks, begitu juga kita.

"Mengasuh anak dengan iman, bukan rasa takut akan memberi Anda harapan, kesabaran, dan pengertian. Satu kesamaan yang dimiliki oleh anak-anak yang kecanduan pornografi adalah bahwa mereka memiliki orang tua yang tidak berbicara dengan mereka tentang pornografi." tutup Firoza.

Lalu, siapkah Anda memulai percakapan?

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)