Rektor UIN Randen Intan Lampung: Logol Halal Terbaru Sarat Makna
Mahmuda attar hussein
Selasa, 15 Maret 2022 - 13:20 WIB
Logo halal terbaru gantikan label dari MUI. (Foto: Istimewa).
Logol halal terbaru yang dikeluarkan Kementerian Agama mendapat apresiasi dari Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin. Desainnya bagus dan sarat makna.
Wan Jamaluddin mengatakan, dibandingkan logo badan sertifikasi halal negara lain, label dari pemerintah ini lebih unik, karena memiliki filosofis yang mengadaptasi nilai ke-Indonesiaan.
"Masyarakat, khususnya umat Islam tidak perlu mempersoalkan. Lantaran proses pembuatan logo halal sudah sesuai dengan kaidah agama dan nilai-nilai ke-Indonesiaan," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (15/3/2022).
Baca Juga: Logo Halal Indonesia Versi BPJPH Dinilai Membingungkan
Adapun makna filosofis tersebut antara lain, bahwa huruf Arab penyusun kata "halal" yang terdiri atas ha, lam alif, dan lam, disusun dalam bentuk menyerupai gunungan pada wayang.
Makna bentuk gunungan itu menggambarkan semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut atau semakin mendekat ke Sang Pencipta.
Sementara makna filosofis motif surjan dengan bagian leher yang memiliki kancing tiga pasang atau enam biji, menggambarkan rukun iman. Motif lurik sejajar satu sama lain mengandung makna sebagai pemberi batas yang jelas.
Wan Jamaluddin mengatakan, dibandingkan logo badan sertifikasi halal negara lain, label dari pemerintah ini lebih unik, karena memiliki filosofis yang mengadaptasi nilai ke-Indonesiaan.
"Masyarakat, khususnya umat Islam tidak perlu mempersoalkan. Lantaran proses pembuatan logo halal sudah sesuai dengan kaidah agama dan nilai-nilai ke-Indonesiaan," kata dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (15/3/2022).
Baca Juga: Logo Halal Indonesia Versi BPJPH Dinilai Membingungkan
Adapun makna filosofis tersebut antara lain, bahwa huruf Arab penyusun kata "halal" yang terdiri atas ha, lam alif, dan lam, disusun dalam bentuk menyerupai gunungan pada wayang.
Makna bentuk gunungan itu menggambarkan semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, manusia harus semakin mengerucut atau semakin mendekat ke Sang Pencipta.
Sementara makna filosofis motif surjan dengan bagian leher yang memiliki kancing tiga pasang atau enam biji, menggambarkan rukun iman. Motif lurik sejajar satu sama lain mengandung makna sebagai pemberi batas yang jelas.