home edukasi & pesantren

Hati-Hati Berharap Imbalan Saat Berdakwah dan Mengajar

Selasa, 15 Maret 2022 - 13:33 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Niat menjadi penentu setiap amal, seperti yang termaktub dalam hadits pertama dalam Kitab Hadits Arbain karangan Imam Nawawi. Ini berlaku ke setiap muslim, dan lebih ditekankan kepada para tokoh agama maupun guru saat menyampaikan kebenaran.

Perkara niat sangat sensitif. KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengingatkan masyarakat muslim berhati-hati belajar kepada orang yang tak memiliki niat tulus hanya untuk mencari ridha Allah.

Niat seorang guru atau pun pendakwah bisa dilihat dari kalimat-kalimat yang disampaikan. Misal, seorang guru menyampaikan agar setiap orang Islam harus kaya, agar bisa dihormati oleh orang banyak.

Baca juga: Buya Yahya: Sabar Tanpa Usaha adalah Putus Asa

Gus Baha menekankan, tidak ada ajaran Islam yang memerintahkan setiap muslim dihormati orang. Tidak ada pula tujuan dakwah agar dipercaya oleh orang. Nabi Muhammad SAW saja banyak ditentang. Esensi dakwah adalah menyampaikan kebenaran. Sebatas itu saja.

Guru yang mengajar orang lain untuk percaya kepada dirinya perlu disikapi secara hati-hati. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menilai orang seperti itu memiliki hati busuk. Ia menjadikan ajaran agama sebagai bahan pidato sebagai bahan membuat orang percaya pada dirinya sendiri.

“Makanya, kata Sayyid Abdullah Al-Haddad, banyak orang yang sebetulnya mendakwahkan orang lain supaya mencintai dia. Tapi, dia mempromosikan dirinya seakan-akan mengajak menuju Allah,” kata Gus Baha dalam salah satu tausiahnya, yang diunggah kanal Santri Gayeng, Senin (14/3/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ajaran islam dakwah berdakwah gus baha ikhlas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya