Tanpa Sesajen dan Dukun, Begini Cara Alihkan Hujan dalam Islam
Mahmuda attar hussein
Senin, 21 Maret 2022 - 12:50 WIB
Tanpa sesajen dan dukun, begini cara alihkan hujan dalam Islam. (Foto: Istimewa).
Ada cara mengalihkan hujan dalam Islam tanpa perlu sesajen dan dukun. Upaya ini tentunya sesuai syariat yakni memohon kepada Allah sebagai mana kebutuhan manusia.
Penceramah, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Islam mengajarkan kepada umatnya terkait cara mengalihkan hujan di daerah tertentu.
"Dalam berkehidupan kita memohon kepada Allah untuk diturunkan hujan di daerah tanah gersang. Di sisi lain, kita juga memohon agar hujan dialihkan karena berpotensi banjir," kata Ustadz Adi Hidayat dikanal YouTubenya, dikutip Senin (21/3/2022).
Baca Juga:Bagaimana Hukum Mengundang Pawang Hujan?
Menurutnya, hal itu bisa dilakukan sepanjang ada kegiatan yang memiliki kepentingan baik. Adapun doa untuk mengalihkan hujan ini diajarkan oleh Rasulullah diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
"Allahumma hawalaina wala ‘alaina, Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari. (Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari & Muslim)
"Pendeknya bisa dibaca 'Allahumma hawalaina wala ‘alaina'. Selain itu kita bisa minta diulang sebanyak tiga kali, sesuai kebiasaan Nabi SAW," katanya.
Penceramah, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Islam mengajarkan kepada umatnya terkait cara mengalihkan hujan di daerah tertentu.
"Dalam berkehidupan kita memohon kepada Allah untuk diturunkan hujan di daerah tanah gersang. Di sisi lain, kita juga memohon agar hujan dialihkan karena berpotensi banjir," kata Ustadz Adi Hidayat dikanal YouTubenya, dikutip Senin (21/3/2022).
Baca Juga:Bagaimana Hukum Mengundang Pawang Hujan?
Menurutnya, hal itu bisa dilakukan sepanjang ada kegiatan yang memiliki kepentingan baik. Adapun doa untuk mengalihkan hujan ini diajarkan oleh Rasulullah diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
"Allahumma hawalaina wala ‘alaina, Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari. (Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari & Muslim)
"Pendeknya bisa dibaca 'Allahumma hawalaina wala ‘alaina'. Selain itu kita bisa minta diulang sebanyak tiga kali, sesuai kebiasaan Nabi SAW," katanya.