LANGIT7.ID, Jakarta - Ada cara
mengalihkan hujan dalam Islam tanpa perlu sesajen dan dukun. Upaya ini tentunya sesuai syariat yakni memohon kepada Allah sebagai mana kebutuhan manusia.
Penceramah,
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Islam mengajarkan kepada umatnya terkait cara mengalihkan hujan di daerah tertentu.
"Dalam berkehidupan kita memohon kepada Allah untuk diturunkan hujan di daerah tanah gersang. Di sisi lain, kita juga memohon agar hujan dialihkan karena berpotensi banjir," kata Ustadz Adi Hidayat dikanal YouTubenya, dikutip Senin (21/3/2022).
Baca Juga: Bagaimana Hukum Mengundang Pawang Hujan?Menurutnya, hal itu bisa dilakukan sepanjang ada kegiatan yang memiliki kepentingan baik. Adapun doa untuk mengalihkan hujan ini diajarkan oleh Rasulullah diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
"Allahumma hawalaina wala ‘alaina, Allahumma ‘alal akami wa adhirabi, wa buthunil auwdiyati, wamanabitisyajari. (Ya Allah turunkan hujan ini di sekitar kami jangan di atas kami. Ya Allah curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan." (HR Bukhari & Muslim)
"Pendeknya bisa dibaca 'Allahumma hawalaina wala ‘alaina'. Selain itu kita bisa minta diulang sebanyak tiga kali, sesuai kebiasaan Nabi SAW," katanya.
Dia menegaskan, ajaran doa ini hanya dikhususkan untuk umat Islam, sehingga, umat harus mengamalkan doa sesuai tuntunan tersebut ketika ingin mengalihkan hujan.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar umat tidak menyimpang ketika meminta pengalihan hujan. Seperti menggunakan perangkat lain yang justru bertentangan, baik Al-Quran maupun hadist.
"Bagi muslim ada di sini pedomannya, jangan mengerjakan yang Allah tidak suka, karena hujan itu ketetapan Allah," tegasnya.
Dia menambahkan, agar hujan tersebut terlalihkan dengan cepat, maka umat bisa bertawassul dengan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, juga dapat menggunakan QS Al-Lahab.
"Jadi kita bisa membaca surah Al-Lahab, karena di antara fadilah surah itu adalah bagaimana kita membangun kedekatan dengan Allah SWT, dalam berke-Tuhanan dan menghindari segala hal yang tidak Allah sukai," ungkapnya.
Untuk itu, Adi mengingatkan agar umat Islam sebagai insan beriman dapat menjauhkan perilaku menyimpang yang tidak Allah sukai. Di antaranya seperti menggunakan sesaji atau menggunakan jasa orang yang justru jauh dari Allah.
"Maka jangan harap keberkahan akan turun di tempat yang kita pijak, karena syaratnya berkaitan dengan dua hal, yakni iman dan takwa," katanya.
(bal)