home edukasi & pesantren

Atasi Kemarau, Ini 7 Tradisi Adat Minta Hujan Turun

Senin, 21 Maret 2022 - 15:26 WIB
Ilustrasi persembahan untuk acara tradisi di Jawa Barat. Foto: Langit7/iStock
Hujan merupakan peristiwa dimana butir-butir air turun dari langkit ke permukaan bumi akibat dari kondensasi. Turunnya air dari langit menjadi berkah bagi seluruh umat di bumi.

Bagi sebagian masyarakat, khususnya di wilayah pertanian atau perkebunan, hujan sangat dinanti untuk membantu proses pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, musim panas berkepanjangan atau kemarau menjadi fenomena alam yang ingin dihindari. Karena bagi mereka, musim kemaru bisa menyebabkan gagal panen alias kerugian.

Baca juga: Jaket Tenun hingga Helm Proyek, Ini OOTD Rara Si Pawang Hujan Mandalika

Alhasil, untuk menyiasati musim kemarau yang panjang, dengan maksud mendatangkan hujan, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi unik meminta hujan. Melansir dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia (RI), Senin (21/3/2022), berikut beberapa diantaranya:

Cirebon - Tari Sintren

Tari Sintren atau Lais merupakan tarian yang beraroma magis, bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono. Ini merupakan tarian yang hanya disajikan saat masyarakat mengalami kemarau panjang.

Biasanya ritual ini diadakan selama 40 malam berturut-turut. Namun doa dan harapan tetap dipanjatkan pada Yang Maha Kuasa agar hujan cepat turun yang dilakukan oleh seorang pawang sintren.

Baca juga: Mengenali Proses Turunnya Hujan di Indonesia
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
musim kemarau tradisi jaga adat pawang hujan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya