Pentingnya Kolaborasi Keluarga Untuk Pendidikan Anak di Masa Pandemi
Muhajirin
Kamis, 29 Juli 2021 - 00:00 WIB
Ilustrasi Ayah Ibu dan Anak belajar bersama di rumah (foto: langit7.id/istock)
Sebagian masyarakat Indonesia masih memiliki pola pikir satu arah dalam mendidik anak saat mereka harus belajar daring di tengah pandemi. Dimana semata-mata mengandalkan guru di sekolah yang bertatap muka dengan anak melalui layar gadget.
Hal itu disampaikan oleh Praktisi Pendidikan Keluarga Najeela Shihab dalam sebuah diskusi daring. Padahal menurutnya, orang tua memegang peran penting dalam pendidikan anak di rumah terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
Najeela menekankan bahwa paradigma pembelajaran di rumah selama pandemi tidak hanya soal belajar daring semata. Namun terkait pada kemampuan anak untuk belajar mandiri, mengatur, dan terlibat aktif dalam proses belajar.
Orang tua harus membedakan tujuan belajar anak, memberikan aktivitas pembelajaran yang lebih sinkron, dan interaktif. Orang tua juga harus menjelaskan kepada anak bagian-bagian mana yang bisa dikerjakan sendiri saat mendapat tugas mandiri.
Najeela menjelaskan, saat anak mendapat banyak materi pembelajaran, orang tua harus teliti agar dapat mengatur strategi belajar anak. Orang tua harus melihat terlebih dahulu materi pelajaran, tujuan pembelajaran, serta membedakan strategi belajar, learning, yang paling tepat prosesnya seperti apa dan sebagainya.
Proses tersebut bisa membantu pembelajaran anak-anak lebih santai dan dapat meringankan beban guru, orang tua, maupun anak. “Proses tersebut dapat membantu anak-anak lebih tenang saat belajar dan tidak ada beban lebih untuk guru, orang tua atau muridnya,” kata Najeela melalui diskusi daring, dikutip dari laman resmi NU Online, Rabu (28/7/2021).
Sementara aktivis perempuan asal Ambon Farha Ciciek mengatakan masa pandemi merupakan momentum untuk merefleksikan ulang dan bergerak bersama keluarga. Dia menjabarkan beberapa langkah untuk mencapai tujuan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Praktisi Pendidikan Keluarga Najeela Shihab dalam sebuah diskusi daring. Padahal menurutnya, orang tua memegang peran penting dalam pendidikan anak di rumah terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini.
Najeela menekankan bahwa paradigma pembelajaran di rumah selama pandemi tidak hanya soal belajar daring semata. Namun terkait pada kemampuan anak untuk belajar mandiri, mengatur, dan terlibat aktif dalam proses belajar.
Orang tua harus membedakan tujuan belajar anak, memberikan aktivitas pembelajaran yang lebih sinkron, dan interaktif. Orang tua juga harus menjelaskan kepada anak bagian-bagian mana yang bisa dikerjakan sendiri saat mendapat tugas mandiri.
Najeela menjelaskan, saat anak mendapat banyak materi pembelajaran, orang tua harus teliti agar dapat mengatur strategi belajar anak. Orang tua harus melihat terlebih dahulu materi pelajaran, tujuan pembelajaran, serta membedakan strategi belajar, learning, yang paling tepat prosesnya seperti apa dan sebagainya.
Proses tersebut bisa membantu pembelajaran anak-anak lebih santai dan dapat meringankan beban guru, orang tua, maupun anak. “Proses tersebut dapat membantu anak-anak lebih tenang saat belajar dan tidak ada beban lebih untuk guru, orang tua atau muridnya,” kata Najeela melalui diskusi daring, dikutip dari laman resmi NU Online, Rabu (28/7/2021).
Sementara aktivis perempuan asal Ambon Farha Ciciek mengatakan masa pandemi merupakan momentum untuk merefleksikan ulang dan bergerak bersama keluarga. Dia menjabarkan beberapa langkah untuk mencapai tujuan tersebut.