home masjid

Sikapi Perbedaan Awal Ramadhan 2022, Ini Pesan MUI

Ahad, 27 Maret 2022 - 13:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Awal Ramadhan 2022 di Indonesia diperkirakan akan mengalami perbedaan. Hal tersebut karena penggunaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang variatif di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengatakan, perbedaan awal Ramadhan di Indonesia merupakan hal biasa. Hal tersebut karena penggunaan metode hisab dan rukyat.

“Betapa pun kita memang dari dulu sudah ada perbedaan, perbedaan pendapat itu sudah biasa dan kita juga sudah terbiasa bagaimana cara menyikapinya,” kata Kiai Marsudi pada webinar 'Penentuan 1 Ramadhan 1443 H dan Khazanah Kalender Nusantara' belum lama ini.

Baca Juga:Penetapan 1 Ramadhan Berpotensi Berbeda, Begini Penjelasannya

KH Marsudi menjelaskan, perbedaan tersebut karena penerapan metode hisab dengan rukyat. Mereka yang menggunakan hisab menyatakan awal Ramadan adalah Sabtu, 2 April 2022 dan Idul Fitri 1443 H jatuh pada Senin 2 Mei 2022.

Sedangkan metode rukyat mengandalkan penampakan hilal. Kriteria hilal sebagai awal mula bulan Hijriah kemungkinan menetapkan awal Ramadan 2022 pada Ahad, 3 April 2022 dan Idul Fitri 1443 H berlangsung pada Selasa, 3 Mei 2022.

"Perbedaan pendapat adalah rahmat, blessing. Kita bisa memilah, memilih, dan mengutamakan wisdom. Hukum fikih adalah hitam putih, namun di atasnya ada akhlaq,” ujar KH Marsudi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bulan ramadhan puasa ramadhan mui rukyatul hilal sidang isbat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya