Ramadhan di Seluruh Dunia
Suka Duka Berpuasa di Taiwan, Suasana Ramadhan Harus Diciptakan
Muhajirin
Senin, 04 April 2022 - 12:32 WIB
Kegiatan Buka Puasa Bersama Mahasiswa Indonesia di Musholla Shengli NCKU Campus Tainan (Dok Pribadi)
Muslim di Taiwan minoritas. Di negara yang mempunyai slogan ‘The One in Asia You Can’t Miss” itu, minoritas muslim selalu merindukan nuansa keislaman saat Ramadhan. Terutama bagi muslim pendatang yang kebanyakan tinggal di selatan Taiwan.
Seperti yang dirasakan Tatas, mahasiswa S3 National Cheng Kung University (NCKU), Tainan. Dia tinggal di daerah Tainan, daerah selatan Taiwan. Di daerah itu, banyak umat Islam tinggal. Ada sekitar 20 ribu jiwa yang merupakan mahasiswa dan pekerja migran.
Hampir sama dengan Ramadhan di negara-negara minoritas muslim lain, suasana berpuasa di Tainan harus diciptakan. Di kota ini, ada satu masjid yang selalu jadi pusat pertemuan umat Islam, terkhusus umat Islam dari Indonesia, yakni Masjid Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca juga: Menengok Taiwan, Negara di Asia Timur yang Ramah Muslim
Umat Islam di Tainan sedikit beruntung. Suasana ramadhan lumayan ramai, karena jumlah umat Islam memang banyak. Namun, mereka umumnya adalah pendatang. Tatas sangat jarang bahkan tidak pernah menemukan ada penduduk lokal yang beragama Islam.
“Kalau hanya sekadar berdiam di tempat, di rumah atau di kampus, kita tidak akan mendapatkan suasana ramdadhan seperti di Indonesia. Tetapi kalau di Tainan ini, kita tidak akan menemukan suarana Ramadhan kalau kita tidak mendatangi,” kata Tatas kepada LANGIT7.ID, Senin (4/4/2022).
Umat Islam sering mengadakan perkumpulan khusus. Para pekerja migran biasanya berkumpul di Masjid PMI. Sementara, mahasiswa kerap melaksanakan acara-acara Ramadhan seperti buka puasa hingga Tarawih berjamaah di kampus. Acara semacam ini juga bisa ditemui di Masjid PMI.
Seperti yang dirasakan Tatas, mahasiswa S3 National Cheng Kung University (NCKU), Tainan. Dia tinggal di daerah Tainan, daerah selatan Taiwan. Di daerah itu, banyak umat Islam tinggal. Ada sekitar 20 ribu jiwa yang merupakan mahasiswa dan pekerja migran.
Hampir sama dengan Ramadhan di negara-negara minoritas muslim lain, suasana berpuasa di Tainan harus diciptakan. Di kota ini, ada satu masjid yang selalu jadi pusat pertemuan umat Islam, terkhusus umat Islam dari Indonesia, yakni Masjid Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca juga: Menengok Taiwan, Negara di Asia Timur yang Ramah Muslim
Umat Islam di Tainan sedikit beruntung. Suasana ramadhan lumayan ramai, karena jumlah umat Islam memang banyak. Namun, mereka umumnya adalah pendatang. Tatas sangat jarang bahkan tidak pernah menemukan ada penduduk lokal yang beragama Islam.
“Kalau hanya sekadar berdiam di tempat, di rumah atau di kampus, kita tidak akan mendapatkan suasana ramdadhan seperti di Indonesia. Tetapi kalau di Tainan ini, kita tidak akan menemukan suarana Ramadhan kalau kita tidak mendatangi,” kata Tatas kepada LANGIT7.ID, Senin (4/4/2022).
Umat Islam sering mengadakan perkumpulan khusus. Para pekerja migran biasanya berkumpul di Masjid PMI. Sementara, mahasiswa kerap melaksanakan acara-acara Ramadhan seperti buka puasa hingga Tarawih berjamaah di kampus. Acara semacam ini juga bisa ditemui di Masjid PMI.