70 Santri Insan Cendekia Diwisuda, 4 Orang Hafiz 30 Juz
Redaksi
Senin, 04 April 2022 - 13:00 WIB
70 santri tersebut dinyatakan layak mengikuti wisuda tahfidz dengan minimal hafalan sempurna lima juz, empat di antaranya diwisuda dengan predikat hafiz 30 juz. Foto: Istimewa.
Sekolah Insan Cendekia Mandiri Boarding School binaan Laznas Yatim Mandiri mewisuda 70 santri tahfidz di komplek Sekolah Insan Cendekia Mandiri Boarding School, Sidoarjo, Jawa Timur. 70 santri tersebut dinyatakan layak mengikuti wisuda tahfidz dengan minimal hafalan sempurna lima juz, empat di antaranya diwisuda dengan predikat hafiz 30 juz.
Pembina Yatim Mandiri, Prof Muhammad Nasih menyampaikan, sebagai bentuk reward, empat hafiz 30 juz mendapatkan tiket ibadah umrah dari keluarga besar Yatim Mandiri.
“Semoga ini menjadi pelengkap kebahagian para wisudawan serta pendorong motivasi untuk rekan-rekan lainnya,” ujar Prof Nasih dalam keterangan yang diterima Langit7, Senin (4/4/2022).
Baca Juga:Sambut Ramadhan, Salimah Sumut Promosikan Gaya Hidup Halal
Lebih lanjut, dia berpesan kepada segenap civitas akademika dan para undangan agar selalu peduli dan menginvestasikan sebagian dari perjalanan hidup kita untuk pendidikan. Menurut dia, kaderisasi pendidikan harus terus dilakukan untuk melahirkan regenerasi berikutnya.
"Kita menjadi sangat paham bahwa pendidikan adalah investasi masa depan yang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. Mungkin hari ini hasilnya belum bisa kita rasakan secara langsung, tapi lima sampai 15 tahun ke depan hasilnya baru bisa kita petik,” tuturnya.
Baca Juga:Duta Quran: Masih Banyak Guru Ngaji Belum Dapat Upah Layak
Pembina Yatim Mandiri, Prof Muhammad Nasih menyampaikan, sebagai bentuk reward, empat hafiz 30 juz mendapatkan tiket ibadah umrah dari keluarga besar Yatim Mandiri.
“Semoga ini menjadi pelengkap kebahagian para wisudawan serta pendorong motivasi untuk rekan-rekan lainnya,” ujar Prof Nasih dalam keterangan yang diterima Langit7, Senin (4/4/2022).
Baca Juga:Sambut Ramadhan, Salimah Sumut Promosikan Gaya Hidup Halal
Lebih lanjut, dia berpesan kepada segenap civitas akademika dan para undangan agar selalu peduli dan menginvestasikan sebagian dari perjalanan hidup kita untuk pendidikan. Menurut dia, kaderisasi pendidikan harus terus dilakukan untuk melahirkan regenerasi berikutnya.
"Kita menjadi sangat paham bahwa pendidikan adalah investasi masa depan yang harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. Mungkin hari ini hasilnya belum bisa kita rasakan secara langsung, tapi lima sampai 15 tahun ke depan hasilnya baru bisa kita petik,” tuturnya.
Baca Juga:Duta Quran: Masih Banyak Guru Ngaji Belum Dapat Upah Layak