Dokter Ungkap Fakta Ilmiah Puasa Bisa Sehatkan Tubuh
Muhajirin
Sabtu, 09 April 2022 - 19:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Lulusan profesi dokter Universitas Airlangga, dr Muhammad Miftahussurur, menjelaskan alasan ilmiah puasa menyehatkan tubuh seseorang. Hal tersebut disampaikannya dalam pengajian Ramadhan 1443 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim).
Dia menyebut, puasa bertujuan untuk mengistirahatkan saluran pencernaan. 11 bulan seseorang makan tanpa henti, sehingga turun syariat untuk berpuasa satu bulan. Secara ilmiah, puasa itu membuat saluran pencernaan beristirahat karena jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh berkurang.
“Artinya, energi untuk mencerna makanan berkurang. Lalu, organ pencernaan otomatis istirahat dari proses mencerna makanan. Usus besar tidak sibuk untuk membuang kotoran, sehingga ada waktu untuk istirahat,” kata dr. Miftahussurur.
Baca juga: Hikmah Ramadhan: Puasa Tak Sekadar Menahan Lapar dan Haus
Ketika seseorang mengistirahatkan saluran cerna, maka energi dialihkan untuk perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak.
Mengutip laman alodokter, pada kondisi normal, sumber energi utama tubuh adalah gula yang diperoleh dari metabolisme karbohidrat atau gula yang disimpan di hati dan otot. Selama berpuasa, asupan gula ini akan digunakan untuk menghasilkan energi yang diperlukan tubuh. Selain gula, jaringan lemak juga bisa diolah menjadi sumber energi.
Jika sumber-sumber energi tersebut masih belum cukup, tubuh akan membakar protein otot untuk menghasilkan energi. Fase terakhir ini disebut dengan fase kelaparan. Namun, ini hanya terjadi jika seseorang berpuasa selama berhari-hari tanpa berbuka.
Dia menyebut, puasa bertujuan untuk mengistirahatkan saluran pencernaan. 11 bulan seseorang makan tanpa henti, sehingga turun syariat untuk berpuasa satu bulan. Secara ilmiah, puasa itu membuat saluran pencernaan beristirahat karena jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh berkurang.
“Artinya, energi untuk mencerna makanan berkurang. Lalu, organ pencernaan otomatis istirahat dari proses mencerna makanan. Usus besar tidak sibuk untuk membuang kotoran, sehingga ada waktu untuk istirahat,” kata dr. Miftahussurur.
Baca juga: Hikmah Ramadhan: Puasa Tak Sekadar Menahan Lapar dan Haus
Ketika seseorang mengistirahatkan saluran cerna, maka energi dialihkan untuk perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak.
Mengutip laman alodokter, pada kondisi normal, sumber energi utama tubuh adalah gula yang diperoleh dari metabolisme karbohidrat atau gula yang disimpan di hati dan otot. Selama berpuasa, asupan gula ini akan digunakan untuk menghasilkan energi yang diperlukan tubuh. Selain gula, jaringan lemak juga bisa diolah menjadi sumber energi.
Jika sumber-sumber energi tersebut masih belum cukup, tubuh akan membakar protein otot untuk menghasilkan energi. Fase terakhir ini disebut dengan fase kelaparan. Namun, ini hanya terjadi jika seseorang berpuasa selama berhari-hari tanpa berbuka.