LANGIT7.ID, Jakarta - Lulusan profesi dokter Universitas Airlangga, dr Muhammad Miftahussurur, menjelaskan alasan ilmiah puasa menyehatkan tubuh seseorang. Hal tersebut disampaikannya dalam pengajian Ramadhan 1443 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim).
Dia menyebut, puasa bertujuan untuk mengistirahatkan saluran pencernaan. 11 bulan seseorang makan tanpa henti, sehingga turun syariat untuk berpuasa satu bulan. Secara ilmiah, puasa itu membuat saluran pencernaan beristirahat karena jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh berkurang.
“Artinya, energi untuk mencerna makanan berkurang. Lalu, organ pencernaan otomatis istirahat dari proses mencerna makanan. Usus besar tidak sibuk untuk membuang kotoran, sehingga ada waktu untuk istirahat,” kata dr. Miftahussurur.
Baca juga: Hikmah Ramadhan: Puasa Tak Sekadar Menahan Lapar dan HausKetika seseorang mengistirahatkan saluran cerna, maka energi dialihkan untuk perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak.
Mengutip laman
alodokter, pada kondisi normal, sumber energi utama tubuh adalah gula yang diperoleh dari metabolisme karbohidrat atau gula yang disimpan di hati dan otot. Selama berpuasa, asupan gula ini akan digunakan untuk menghasilkan energi yang diperlukan tubuh. Selain gula, jaringan lemak juga bisa diolah menjadi sumber energi.
Jika sumber-sumber energi tersebut masih belum cukup, tubuh akan membakar protein otot untuk menghasilkan energi. Fase terakhir ini disebut dengan fase kelaparan. Namun, ini hanya terjadi jika seseorang berpuasa selama berhari-hari tanpa berbuka.
Oleh sebab itu, penting untuk makan sahur yang bergizi sebelum menjalani puasa dari terbit hingga tenggelamnya matahari. Sahur bertujuan agar cairan cukup untuk mencegah dehidrasi atau kurang cairan selama berpuasa. Selalu konsumsi air putih pada saat berbuka dan sahur.
Manfaat Puasa Bagi KesehatanSetidaknya ada lima manfaat puasa bagi Kesehatan tubuh. Kelimanya adalah sebagai berikut:
1. Menurunkan berat badanManfaat puasa yang sudah cukup banyak diketahui adalah untuk membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, puasa juga baik untuk menjaga berat badan tetap ideal.
Penelitian menyebutkan bahwa puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori dan lemak di dalam tubuh ikut meningkat. Hal ini bisa membuat berat badan menurun. Dengan begitu, Anda juga akan terhindar dari risiko obesitas.
2. Menjaga kesehatan jantungBeberapa riset menunjukkan orang yang rutin berpuasa selama sekitar 1 bulan terlihat memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi, dibandingkan orang yang tidak menjalani puasa.
3. Mengurangi risiko terkena diabetesSalah satu manfaat lain berpuasa adalah menurunkan risiko diabetes. Hal ini berkaitan dengan efek puasa yang dapat merangsang perbaikan metabolisme tubuh dan meningkatkan kinerja insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula darah.
Ada pula juga riset yang menyebutkan bahwa puasa dapat membantu mencegah resistensi insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes pada orang yang berpuasa.
Baca juga: Jangan Loyo, Simak Tips Bugar saat Ramadhan dari Dokter Olahraga4. Mengurangi risiko munculnya kankerPenelitian menunjukkan, puasa bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Pasalnya, selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh, termasuk sel-sel kanker, akan berkurang akibat terbatasnya asupan nutrisi.
Selain itu, metabolisme yang lebih baik juga diduga turut berperan dalam membuat sel kanker lebih susah tumbuh pada orang yang berpuasa. Meski demikian, manfaat puasa yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
5. Menjaga kesehatan mentalTidak hanya baik bagi kesehatan fisik, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Itu karena puasa dapat membantu menurunkan kadar hormon stres atau kortisol serta merangsang hormon endorfin yang baik untuk meredakan rasa cemas. Hal ini diduga berkaitan dengan efek puasa yang dapat memperbaiki metabolisme tubuh.
Puasa juga akan membuat seseorang merasa lebih dekat kepada Allah Ta’ala. Hal ini bisa membuat perasaan dan suasana batin menjadi lebih tenang, sehingga pikiran akan lebih jernih.
(jqf)