Ramadhan Bukan Bulan Biasa, Muslim Harus Punya Pola Hidup Berbeda
Muhajirin
Jum'at, 24 Maret 2023 - 06:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ramadhan bulan mulia yang penuh rahmat dan ampunan. Maka itu, setiap muslim semestinya memiliki pola hidup yang berbeda ketika memasuki bulan Ramadhan. Sangatlah merugi jika Ramadhan tidak mengantarkan seorang hamba sampai ke derajat takwa.
Dari Ibnu Abbas RA berkata:
كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس بالخير وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل فيدارسه القرآن وكان جبريل عليه السلام يلقاه كل ليلة في رمضان حتى ينسلخ يعرض عليه النبي ﷺ القرآن فإذا لقيه جبريل عليه السلام كان أجود بالخير من الريح المرسلة
“Adalah Nabi SAW orang yang paling dermawan dalam kebaikan dan sifat dermawannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan tatkala malaikat Jibril menemui beliau mengajarkan Al-Qur’an. Jibril AS biasa mendatangi beliau setia malam bulan Ramadhan hingga berakhirnya bulan tersebut. Apabila Jibril menjumpai beliau, maka beliau sangat dermawan kepada kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR Bukhari dan Muslim).
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri menjelaskan, hadits di atas merupakan anjuran agar umat Islam memiliki pola hidup berbeda pada bulan Ramadhan ketimbang hari-hari biasa. Jika di bulan lain kita bersedekah biasa saja, maka di bulan Ramadhan menjadi sangat dermawan. Jika kita di hari biasa sekadar membaca Qur’an, di bulan Ramadhan bisa khatam berkali-kali.
Baca juga: Jangan Loyo, Simak Tips Bugar saat Ramadhan dari Dokter Olahraga
“Para ulama ketika mengomentari hadits ini mengatakan, semestinya setiap muslim memiliki kehidupan berbeda di bulan Ramadhan. Pola hidup berbeda. Aktivitas berbeda. Konsep hidup harus berbeda,” kata Ustadz Nuzul Dzikri, dalam kajian tematik di kanal YouTube-nya, Kamis (24/3/2023).
Dari Ibnu Abbas RA berkata:
كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس بالخير وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل فيدارسه القرآن وكان جبريل عليه السلام يلقاه كل ليلة في رمضان حتى ينسلخ يعرض عليه النبي ﷺ القرآن فإذا لقيه جبريل عليه السلام كان أجود بالخير من الريح المرسلة
“Adalah Nabi SAW orang yang paling dermawan dalam kebaikan dan sifat dermawannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan tatkala malaikat Jibril menemui beliau mengajarkan Al-Qur’an. Jibril AS biasa mendatangi beliau setia malam bulan Ramadhan hingga berakhirnya bulan tersebut. Apabila Jibril menjumpai beliau, maka beliau sangat dermawan kepada kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR Bukhari dan Muslim).
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri menjelaskan, hadits di atas merupakan anjuran agar umat Islam memiliki pola hidup berbeda pada bulan Ramadhan ketimbang hari-hari biasa. Jika di bulan lain kita bersedekah biasa saja, maka di bulan Ramadhan menjadi sangat dermawan. Jika kita di hari biasa sekadar membaca Qur’an, di bulan Ramadhan bisa khatam berkali-kali.
Baca juga: Jangan Loyo, Simak Tips Bugar saat Ramadhan dari Dokter Olahraga
“Para ulama ketika mengomentari hadits ini mengatakan, semestinya setiap muslim memiliki kehidupan berbeda di bulan Ramadhan. Pola hidup berbeda. Aktivitas berbeda. Konsep hidup harus berbeda,” kata Ustadz Nuzul Dzikri, dalam kajian tematik di kanal YouTube-nya, Kamis (24/3/2023).