home edukasi & pesantren

Sejarawan: Kemerdekaan Indonesia Digagas Aktivis dan Inteligensia Muslim

Sabtu, 16 April 2022 - 19:00 WIB
Foto: istimewa
Sejarawan Persis, Tiar Anwar Bachtiar, menjelaskan, proses kemerdekaan Indonesia dikawal oleh kaum inteligensia dan aktivis. Hal itu tidak seperti banyak negara di dunia yang berdiri karena peran para bangsawan atau politisi lama.

Tiar mencontohkan negara-negara Timur Tengah yang didirikan oleh para bangsawan. Indonesia pernah memiliki potensi ke arah situ. Ketika Soekarno dan Mohammad Hatta mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, ada ketegangan yang terjadi.

Belanda berusaha kembali ke Indonesia dengan memanfaatkan para bangsawan yang masih ingin berkuasa. Namun, tak semua bangsawan mengikuti kemauan Belanda. Hanya segelintir saja.

“Maka sejak saat itu ada semacam ketegangan antara dua kelompok, antara politisi lama akan kembali lagi atau Indonesia dibina oleh satu generasi baru, yang nanti akan membawa Indonesia yang tentu saja berbeda sama sekali,” kata Tiar saat menyampaikan tausiah tarawih di Masjid Kampus UGM, dikutip Sabtu (16/4/2022).

Baca juga: Masjid Agung Banten: Persilangan Arsitektur Jawa, China, dan Belanda

Namun pada akhirnya sejarah Indonesia berpihak kepada para inteligensia dan aktivis. Itu bisa dilihat dari para pemimpin Indonesia di awal-awal. Para pemimpin atau pun penggerak pemerintahan adalah orang-orang yang berwacana paling depan.

“Ketika Indonesia lahir, yang muncul menjadi pemimpin itu adalah para pemikir nomor satu Indonesia,” kata Tiar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya