Bolehkah Ramadhan Ikut NU tetapi Idul Fitri Ikut Muhammadiyah?
Muhajirin
Senin, 18 April 2022 - 07:00 WIB
Foto: istimewa
PP Muhammadiyah, setiap tahun, sudah jauh-jauh hari menetapkan 1 Ramadhan atau awal Ramadhan. Metode penetapan Ramadhan ala Muhammadiyah memang berbeda dengan Nahdlatul Ulama (NU).
Kondisi tersebut bukan hal baru. Muhammadiyah dan NU pernah beberapa kali berbeda dalam menentukan awal puasa, seperti pada 1985, 1992, 1998, 2002, 2006, 2011, dan 2022.
Jika sejak awal Ramadhan sudah berbeda, kemungkinan besar akan beda pula Hari Raya Idul Fitri alias 1 Syawal. Muhammadiyah akan memulai puasa 1 hari lebih dulu dari NU, yang membuat lebaran juga demikian.
Namun alih-alih jadi perdebatan sengit, kondisi itu justru kerap melahirkan guyonan di tengah masyarakat. Muncul anekdot di tengah masyarakat yakni ‘Puasa ikut NU, Lebaran ikut Muhammadiyah’.
Lalu, bagaimana hukumnya dalam pandangan fikih?
Baca juga: Umat Islam akan Menjalani 2 Kali Ramadhan pada Tahun 2030
Pakar fikih kontemporer, KH Ahmad Zahro, menjelaskan, puasa ikut NU dan Lebaran ikut Muhammadiyah bisa saja dilakukan. Dengan catatan, puasa sudah mencapai 29.
Kondisi tersebut bukan hal baru. Muhammadiyah dan NU pernah beberapa kali berbeda dalam menentukan awal puasa, seperti pada 1985, 1992, 1998, 2002, 2006, 2011, dan 2022.
Jika sejak awal Ramadhan sudah berbeda, kemungkinan besar akan beda pula Hari Raya Idul Fitri alias 1 Syawal. Muhammadiyah akan memulai puasa 1 hari lebih dulu dari NU, yang membuat lebaran juga demikian.
Namun alih-alih jadi perdebatan sengit, kondisi itu justru kerap melahirkan guyonan di tengah masyarakat. Muncul anekdot di tengah masyarakat yakni ‘Puasa ikut NU, Lebaran ikut Muhammadiyah’.
Lalu, bagaimana hukumnya dalam pandangan fikih?
Baca juga: Umat Islam akan Menjalani 2 Kali Ramadhan pada Tahun 2030
Pakar fikih kontemporer, KH Ahmad Zahro, menjelaskan, puasa ikut NU dan Lebaran ikut Muhammadiyah bisa saja dilakukan. Dengan catatan, puasa sudah mencapai 29.