Lebaran Pasti Tak Bisa Berhemat, Ini Tips Atur Keuangan
Mahmuda attar hussein
Ahad, 24 April 2022 - 14:25 WIB
Ilustrasi mengatur keuangan saat lebaran. (Foto: Istimewa).
Lebaran Idul Fitri identik dengan kemeriahan, sehingga keuangan lebih boros. Umat Islam menghabiskan uang untuk mudik, belanja lebaran hingga hadiah.
Kemeriahan saat momen Lebaran memang tidak bisa dihalangi oleh apa pun. Namun, umat juga harus bisa mengontrol keuangannya agar tidak habis begitu saja.
Pakar perencana keuangan FEB UGM, Eddy Junarsin, menjelaskan saat mudik Lebaran, umumnya jumlah pengeluaran seseorang lebih besar dibanding dengan pendapatannya selama satu bulan. Namun, pengeluaran tersebut bisa ditutupi dari hasil pemasukan dari 11 bulan lainnya.
Baca Juga: 5 Jenis Bisnis yang Ramai jelang Lebaran, Cocok untuk Tambah THR
"Ada bulan-bulan tertentu, di mana pengeluaran lebih besar ketimbang penghasilan, sehingga defisit. Seperti hari raya dan saat anak masuk sekolah," ujarnya, Ahad (24/4/2022).
"Namun, secara total tahunan masih bisa ditutupi. Untuk itu, perlu ada dana yang ditabung sebelumnya," tambahnya.
Dalam mengelola perencanaan keuangan yang baik perlu ada proteksi keuangan (financial protection), proteksi kekayaan (wealth protection) dan distribusi kekayaan (wealth distribution).
Kemeriahan saat momen Lebaran memang tidak bisa dihalangi oleh apa pun. Namun, umat juga harus bisa mengontrol keuangannya agar tidak habis begitu saja.
Pakar perencana keuangan FEB UGM, Eddy Junarsin, menjelaskan saat mudik Lebaran, umumnya jumlah pengeluaran seseorang lebih besar dibanding dengan pendapatannya selama satu bulan. Namun, pengeluaran tersebut bisa ditutupi dari hasil pemasukan dari 11 bulan lainnya.
Baca Juga: 5 Jenis Bisnis yang Ramai jelang Lebaran, Cocok untuk Tambah THR
"Ada bulan-bulan tertentu, di mana pengeluaran lebih besar ketimbang penghasilan, sehingga defisit. Seperti hari raya dan saat anak masuk sekolah," ujarnya, Ahad (24/4/2022).
"Namun, secara total tahunan masih bisa ditutupi. Untuk itu, perlu ada dana yang ditabung sebelumnya," tambahnya.
Dalam mengelola perencanaan keuangan yang baik perlu ada proteksi keuangan (financial protection), proteksi kekayaan (wealth protection) dan distribusi kekayaan (wealth distribution).