Tenda I’tikaf di Masjid Al-Aqsa, Umat Islam Siaga Hadang Serangan Zionis
Muhajirin
Kamis, 28 April 2022 - 00:00 WIB
Foto: istimewa
Pemandangan Masjid Al-Aqsa sepuluh terakhir Ramadhan meriah dengan tenda-tenda i’tikaf. Puluhan tenda berdiri menebarkan warna-warna cerah di halaman masjid.
Suasana itu membangkitkan kebahagiaan dalam jiwa para peserta i’tikaf, terlihat dari wajah-wajah sumringah mereka. Tahun ini, ada ribuan tenda didirikan, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Umat Islam tak sekadar i’tikaf saja, namun juga bersiaga menghadapi serangan ekstrimis Yahudi maupun tentara penjajah Israel yang bisa datang kapan saja. Di sisi lain, tenda-tenda i’tikaf itu merupakan simbol perlawanan dan penolakan terhadap rencana Yahudi menyembelih qurban paskah di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Kewajiban Membela Al-Aqsa
Bersiaga dan i'tikaf
Kegiatan di tenda-tenda tersebut bukan hanya sebatas makan berbuka dan sahur saja, namun juga menghadirkan lingkaran-lingkarang majelis tasbih dan zikir, serta pembacaan syair-syair dan doa-doa. Majelis itu dihiasi dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Tenda-tenda ini menarik ratusan pemuda dari Al-Quds dan penduduk wilayah yang diduduki penjajah Israel pada 1948 (Palestina 48). Mereka datang bersama keluarga atau pun teman sebayanya. Mereka saling menguatkan dalam misi bersiaga di dalam masjid dan mendapatkan pahala i’tikaf.
Suasana itu membangkitkan kebahagiaan dalam jiwa para peserta i’tikaf, terlihat dari wajah-wajah sumringah mereka. Tahun ini, ada ribuan tenda didirikan, lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Umat Islam tak sekadar i’tikaf saja, namun juga bersiaga menghadapi serangan ekstrimis Yahudi maupun tentara penjajah Israel yang bisa datang kapan saja. Di sisi lain, tenda-tenda i’tikaf itu merupakan simbol perlawanan dan penolakan terhadap rencana Yahudi menyembelih qurban paskah di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Kewajiban Membela Al-Aqsa
Bersiaga dan i'tikaf
Kegiatan di tenda-tenda tersebut bukan hanya sebatas makan berbuka dan sahur saja, namun juga menghadirkan lingkaran-lingkarang majelis tasbih dan zikir, serta pembacaan syair-syair dan doa-doa. Majelis itu dihiasi dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Tenda-tenda ini menarik ratusan pemuda dari Al-Quds dan penduduk wilayah yang diduduki penjajah Israel pada 1948 (Palestina 48). Mereka datang bersama keluarga atau pun teman sebayanya. Mereka saling menguatkan dalam misi bersiaga di dalam masjid dan mendapatkan pahala i’tikaf.