Obati Jiwamu dengan Al-Qur’an, Tadabburi Mutiara-mutiara Wahyu
Muhajirin
Kamis, 28 April 2022 - 03:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Cendekiawan muda sekaligus pengajar di Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI DALWA) Pasuruan, Kiai Kholil Hasib, menyebut membaca Al-Qur’an dengan tadabbur merupakan salah satu obat hati. Al-Qur’an dapat menentramkan jiwa.
Tadabbur berarti merenungi ayat secara mendalam dan berulang-ulang, agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang terdalam dan mencapai tujuan maknanya.
Bertadabbur itulah yang bisa menjadi obat jiwa. Maka, penting membaca tafsir setiap ayat yang dibaca, terutama bagi umat Islam yang tidak paham bahasa Arab. Membaca Al-Qur’an memerlukan pengkondisian yang baik. Pengkondisian baik itu mengamalkan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an, seperti sesuai tajwid dan tidak terburu.
“Al-Qur’an merupakan kitab yang paling istimewa, maka cara membacanya pun harus dengan cara istimewa. Al-Qur’an bukan kitab biasa, maka cara membacanya tidak boleh disamakan dengan membaca buku-buku biasa,” tulis Kholili di akun Facebook-nya, dikutip Rabu (27/4/2022).
Baca juga: Berapa Jumlah Huruf dalam Al-Quran?
Imam Al-Ghazali mengatakan, salah satu adab membaca Al-Qur’an adalah duduk dengan penuh hormat. Ada hubungan antara anggota badan dengan suasana hati. Orang yang duduk penuh hormat akan tumbuh dalam hatinya penghormatan pada kitab suci itu.
“Sebaliknya, jika membaca al-Qur’an dengan sembarangan, berarti hati itu kurang hormat kepada al-Qur’an,” kata Kholil.
Tadabbur berarti merenungi ayat secara mendalam dan berulang-ulang, agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang terdalam dan mencapai tujuan maknanya.
Bertadabbur itulah yang bisa menjadi obat jiwa. Maka, penting membaca tafsir setiap ayat yang dibaca, terutama bagi umat Islam yang tidak paham bahasa Arab. Membaca Al-Qur’an memerlukan pengkondisian yang baik. Pengkondisian baik itu mengamalkan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an, seperti sesuai tajwid dan tidak terburu.
“Al-Qur’an merupakan kitab yang paling istimewa, maka cara membacanya pun harus dengan cara istimewa. Al-Qur’an bukan kitab biasa, maka cara membacanya tidak boleh disamakan dengan membaca buku-buku biasa,” tulis Kholili di akun Facebook-nya, dikutip Rabu (27/4/2022).
Baca juga: Berapa Jumlah Huruf dalam Al-Quran?
Imam Al-Ghazali mengatakan, salah satu adab membaca Al-Qur’an adalah duduk dengan penuh hormat. Ada hubungan antara anggota badan dengan suasana hati. Orang yang duduk penuh hormat akan tumbuh dalam hatinya penghormatan pada kitab suci itu.
“Sebaliknya, jika membaca al-Qur’an dengan sembarangan, berarti hati itu kurang hormat kepada al-Qur’an,” kata Kholil.