Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Obati Jiwamu dengan Al-Quran, Tadabburi Mutiara-mutiara Wahyu

Muhajirin Kamis, 28 April 2022 - 03:00 WIB
Obati Jiwamu dengan Al-Quran, Tadabburi Mutiara-mutiara Wahyu
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Cendekiawan muda sekaligus pengajar di Institut Agama Islam Darullughah Wadda’wah (IAI DALWA) Pasuruan, Kiai Kholil Hasib, menyebut membaca Al-Qur’an dengan tadabbur merupakan salah satu obat hati. Al-Qur’an dapat menentramkan jiwa.

Tadabbur berarti merenungi ayat secara mendalam dan berulang-ulang, agar dapat menangkap pesan-pesan Al-Qur’an yang terdalam dan mencapai tujuan maknanya.

Bertadabbur itulah yang bisa menjadi obat jiwa. Maka, penting membaca tafsir setiap ayat yang dibaca, terutama bagi umat Islam yang tidak paham bahasa Arab. Membaca Al-Qur’an memerlukan pengkondisian yang baik. Pengkondisian baik itu mengamalkan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an, seperti sesuai tajwid dan tidak terburu.

“Al-Qur’an merupakan kitab yang paling istimewa, maka cara membacanya pun harus dengan cara istimewa. Al-Qur’an bukan kitab biasa, maka cara membacanya tidak boleh disamakan dengan membaca buku-buku biasa,” tulis Kholili di akun Facebook-nya, dikutip Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Berapa Jumlah Huruf dalam Al-Quran?

Imam Al-Ghazali mengatakan, salah satu adab membaca Al-Qur’an adalah duduk dengan penuh hormat. Ada hubungan antara anggota badan dengan suasana hati. Orang yang duduk penuh hormat akan tumbuh dalam hatinya penghormatan pada kitab suci itu.

“Sebaliknya, jika membaca al-Qur’an dengan sembarangan, berarti hati itu kurang hormat kepada al-Qur’an,” kata Kholil.

Kedua, membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci dari hadats, tenang, dan menghadap kiblat, tidak bersandar seperti orang santai. Tidak boleh pula membaca sambil tiduran.

Ketiga, memilih waktu yang utama. Misal pada malam hari yang sepi. Hati cenderung lebih jernih ketimbang pada siang hari. Membaca Al-Qur’an saat shalat juga sangat baik dan mempunyai pahala yang berlipat.

Membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan tiga adab itu, kata Al-Ghazali, yang bisa menjadi obat jiwa. Jiwa manusia dalam perjalanannya selalu dipenuhi cobaan seperti iri hati, sombong, ujub, riya, dan ragu terhadap agama.

“Penyakit itu tidak berhenti berusaha menempel kepada hati manusia sampai manusia itu menemui ajal,” ucap Kholil.

Maka itu, membaca dengan tadabbur penuh dengan adab ditambah penjelasan aqli bisa menjadi obat mujarab bagi orang yang jiwanya sakit. Penyakit yang perlu ditambah dosis obatnya ini adalah penyakit-penyakit pikiran dan keyakinan, seperti mencoba menyimpangkan makna ayat Al-Qur’an.

Baca juga: Gus Baha: Alquran jadi Solusi Sampai Hari Kiamat

“Penyakit jiwa yang demikian merupakan penyakit yang sangat serius,” tutur Kholil.

Maka itu, penjelasan-penjelasan yang aqli tentang penyakit kejiwaan demikian ini dijelaskan oleh para ulama-ulama ahli kalam. Jika kita dapati para mutakallim menjelaskan suatu ayat al-Qur’an, maka di situ ada hujjah aqliyah yang sangat diperlukan sebagai formula obat orang yang ragu terhadap suatu perkara agama.

“Sehingga, ketika kita mendalami penjelasan ahli kalam tentang suatu ayat al-Quran dalam kitab-kitab kalamnya, maka sejatinya kita sedang tadabbur secara mendalam,” kata Kholil.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)