home global news

Kala Rasulullah dan Sahabat Menangis Ditinggal Ramadhan

Senin, 02 Mei 2022 - 20:05 WIB
Ilustrasi seorang muslim sedih ditinggalkan bulan penuh berkah dan maghfiroh Ramadhan. Foto: Langit7.id/iStock
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang tidak mementingkan kesenangan lahiriah semata dalam menjalankan hari-hari terakhir Ramadhan. Seperti yang ditunjukkan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Rasulullah ketika memasuki 10 terakhir Ramadhan semakin memaksimalkan ibadah. Beliau menghidupkan malam dengan ibadah. Saat hari terakhir, beliau menangis karena sebentar lagi ditinggal bulan mulia itu.

Baca Juga:Kisah: Semangat Para Sahabat Gapai Malam Lailatul Qadar

Suatu ketika Rasulullah pernah berkata, apabila malam terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad SAW. Kemudian sahabat bertanya tentang musibah apa yang akan menimpa mereka. Rasulullah menjawab:

"Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak (dihentikan)," (Diriwayatkan dari Jabir).

Sementara, belum tentu kita dipertemukan kembali dengan bulan suci pada tahun berikutnya. "Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar tahun semuanya itu menjadi Ramadhan," (Diriwayatkan dari Ibnu Abbas).

Baca Juga:Muliakan Orang Tua, Begini Pesan Rasulullah soal Harta Milik Anak
Berita Terkait
Berita Lainnya