Mudik ke Ponorogo
Redaksi
Sabtu, 30 April 2022 - 17:30 WIB
Ilustrasi mudik lebaran 2022. Foto: Langit7.id/iStock.
Ada satu warisan bapak saya yaitu sebuah petuah. Yaitu kalimat "belajarlah ke Ponorogo". Bagi saya petuah-petuah bapak semasa beliau hidup adalah warisan. Bekal hidup saya. Dan yang paling saya ingat dan coba lakukan adalah "belajarlah ke Ponorogo".
Oleh: Djaka Susila
Butuh beberapa hari untuk memahami petuah itu. Bagi saya remaja, saat petuah itu diberikan, akan berpikir untuk mencari ilmu atau guru ke Kabupaten Ponorogo. Satu daerah di Provinsi Jawa Timur. Bapak saya hanya tersenyum ketika saya jawab seperti di atas. Karena maknanya bukan seperti itu.
Belajarlah ke Ponorogo diartikan belajarlah pada diri saya. Pono artinya berada dan Rogo artinya raga atau badan atau diri saya. Jadi maksud bapak adalah belajar lah pada diri kamu sendiri. Selalu introspeksi diri, jangan selalu menyalahkan orang lain, ingat kenapa kita hidup di dunia, dari mana asal kita.
Makna lain dari petuah itu adalah ketahuilah jati diri saya. Jati diri manusia. Agar, saya asal usul saya. Siapa yang melahirkan, termasuk silsilah keluarga, hingga siapa yang menghadirkan saya di dunia. Tak lain adalah Allah SWT. Dalam Jawa Sangkan paraning dumadi yang artinya dari mana kamu berasal. Ternyata cukup dalam ketika mengetahui makna petuah itu. Ternyata untuk semakin mengenal kepada Allah SWT.
Baca Juga:Nilai Spiritual dari Kisah Mudik Rasulullah ke Mekkah
Di musim mudik atau pulang kampung yang lagi marak setelah dua tahun tersimpan karena pandemi Covid-19, saya jadi teringat petuah bapak saya. Mudik yang saya pahami bukan sekadar pulang kampung. Bukan sekadar merayakan lebaran. Namun ada makna yang lebih dari itu. Setidaknya menurut saya dan keluarga saya.
Oleh: Djaka Susila
Butuh beberapa hari untuk memahami petuah itu. Bagi saya remaja, saat petuah itu diberikan, akan berpikir untuk mencari ilmu atau guru ke Kabupaten Ponorogo. Satu daerah di Provinsi Jawa Timur. Bapak saya hanya tersenyum ketika saya jawab seperti di atas. Karena maknanya bukan seperti itu.
Belajarlah ke Ponorogo diartikan belajarlah pada diri saya. Pono artinya berada dan Rogo artinya raga atau badan atau diri saya. Jadi maksud bapak adalah belajar lah pada diri kamu sendiri. Selalu introspeksi diri, jangan selalu menyalahkan orang lain, ingat kenapa kita hidup di dunia, dari mana asal kita.
Makna lain dari petuah itu adalah ketahuilah jati diri saya. Jati diri manusia. Agar, saya asal usul saya. Siapa yang melahirkan, termasuk silsilah keluarga, hingga siapa yang menghadirkan saya di dunia. Tak lain adalah Allah SWT. Dalam Jawa Sangkan paraning dumadi yang artinya dari mana kamu berasal. Ternyata cukup dalam ketika mengetahui makna petuah itu. Ternyata untuk semakin mengenal kepada Allah SWT.
Baca Juga:Nilai Spiritual dari Kisah Mudik Rasulullah ke Mekkah
Di musim mudik atau pulang kampung yang lagi marak setelah dua tahun tersimpan karena pandemi Covid-19, saya jadi teringat petuah bapak saya. Mudik yang saya pahami bukan sekadar pulang kampung. Bukan sekadar merayakan lebaran. Namun ada makna yang lebih dari itu. Setidaknya menurut saya dan keluarga saya.