home masjid

Fitrah Manusia Condong Menolak Segala Perbuatan Koruptif

Senin, 02 Mei 2022 - 22:05 WIB
Ilustrasi perbuatan mulia menolak segala bentuk tindak koruptif. Foto: Langit7.id/iStock
Salah satu hikmah puasa sebelun penuh Ramadhan yaitu menggembleng manusia mengendalikan hawa nafsu. Sehingga keluar dari Ramadhan umat muslim kembali ke fitrahnya sebagai manusia.

Dosen Hukum Tata negara Universitas Gadjah Mada Dr Zainal Arifin Mochtar mengatakan, puasa menggembleng manusia menumbuhkan sikaf tidak toleran terhadap perilaku koruptif.Menurutnya, Allah SWT memberikan perintah puasa kepada orang-orang yang beriman dengan tujuan agar menjadi hamba yang bertakwa, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Baca Juga:Mengenal Sunnah Qunut saat Shalat Witir Selama Ramadhan



"Jadi jangan dikatakan korupsi adalah manusiawi, malah sebaliknya fitrah manusia itu menolak perilaku koruptif." ujar Zainal Arifin, dikutip dari channel Masjid Kampus UGM, Sabtu (2/5/2022).

"Takwa itu kira-kira orang yang menghindari duri-duri atau kesalahan-kesalahan, bahasa sederhanya takut melakukan kesalahan. Rasa takut ini penting sebagai benteng dari perbuatan korupsi," katanya.

Puasa Ramadhan juga mengajarkan manusia menahan diri dari sesuatu yang sebenarnya halal baginya. Menahan dirimerupakan kunci terhindarnya manusia dari segala perilaku korupsi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
idul fitri ramadhan ibadah puasa dr zainal arifin mochtar kpk
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya