Makna Idul Fitri: Kembali Menata Hati dan Berbagi Kebahagiaan
Muhajirin
Selasa, 03 Mei 2022 - 07:05 WIB
Buya Yahya menuturkan, Rasulullah Saw bahagia jika ada umat Islam bersenang-senang pada hari raya. Jadi, salah satu sunnah pada hari raya ini adalah bersenang-senang. Foto: Langit7/iStock.
Idul Fitri merupakan hari yang ditunggu-tunggu setiap umat Islam usai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Idul Fitri memiliki banyak makna. Secara harfiah, Idul Fitri berarti kembali berbuka.
Dalam kalender Islam atau Qomariyah ada dua hari raya, yakni Idul Fitri dan idul Adha. Idul Fitri berarti hari raya berbuka puasa, puasa wajib bagi umat bagi umat Islam selama satu bulan penuh, mulai terbit hingga terbenam matahari.
Meski Idul Fitri memiliki makna perayaan, bukan berarti ibadah menjadi kendur. Banyak literatur hadits menyebutkan, tanda ibadah Ramadhan seseorang diterima jika dia semakin semangat beribadah meski bulan agung telah berlalu.
Baca Juga:Boleh Berbaju Baru Saat Lebaran, Tapi Ingat Rambu-rambunya
Umat Islam harus berusaha istikamah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya karena dipertemukan Ramadhan tahun ini. Di samping itu, doa dilantukan agar bisa dipertemukan Ramadhan tahun depan.
“Hari-hari ini kita berada di momentum Idul Fitri, hari yang gembira. Hari yang harus kita syukuri dan itu rasa senang dari Allah Ta’ala, kita memulai dengan membuat orang senang dan menampakkan wajah ceria, tegur sapa yang indah,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Jawa Barat Buya Yahya Zainul Ma’rif di Al-Bahjah TV, dikutip Selasa (3/5/2022).
Buya Yahya menuturkan, Rasulullah Saw bahagia jika ada umat Islam bersenang-senang pada hari raya. Jadi, salah satu sunnah pada hari raya ini adalah bersenang-senang.
Dalam kalender Islam atau Qomariyah ada dua hari raya, yakni Idul Fitri dan idul Adha. Idul Fitri berarti hari raya berbuka puasa, puasa wajib bagi umat bagi umat Islam selama satu bulan penuh, mulai terbit hingga terbenam matahari.
Meski Idul Fitri memiliki makna perayaan, bukan berarti ibadah menjadi kendur. Banyak literatur hadits menyebutkan, tanda ibadah Ramadhan seseorang diterima jika dia semakin semangat beribadah meski bulan agung telah berlalu.
Baca Juga:Boleh Berbaju Baru Saat Lebaran, Tapi Ingat Rambu-rambunya
Umat Islam harus berusaha istikamah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya karena dipertemukan Ramadhan tahun ini. Di samping itu, doa dilantukan agar bisa dipertemukan Ramadhan tahun depan.
“Hari-hari ini kita berada di momentum Idul Fitri, hari yang gembira. Hari yang harus kita syukuri dan itu rasa senang dari Allah Ta’ala, kita memulai dengan membuat orang senang dan menampakkan wajah ceria, tegur sapa yang indah,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Jawa Barat Buya Yahya Zainul Ma’rif di Al-Bahjah TV, dikutip Selasa (3/5/2022).
Buya Yahya menuturkan, Rasulullah Saw bahagia jika ada umat Islam bersenang-senang pada hari raya. Jadi, salah satu sunnah pada hari raya ini adalah bersenang-senang.