Tips Sehat Konsumsi Makanan Bersantan saat Lebaran
Mahmuda attar hussein
Rabu, 04 Mei 2022 - 07:03 WIB
Hidangan Hari Raya Idul Fitri yang penuh dengan santan. Foto: Langit7/iStock
Masakan Lebaran identik dengan daging dan kuah bersantan yang lezat disantap dengan ketupat. Namun, bagi penderita penyakit yang pantang mengonsumsi lemak, minyak, dan santan cukup sulit untuk tidak tergoda menyantap santapan itu.
Lantas bagaimana cara mengendalikan pola makan saat tidak bisa terhindar dari santapan Lebaran?
Ahli Gizi UGM, Toto Sudargo menyebutkan, pengendalian diri saat Lebaran perlu dilakukan, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan. Hal ini perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat.
Baca juga: Resep Jadul, Lezatnya Gulai Ayam untuk Santap Sahur
"Puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk menjalani gaya hidup sehat. Sebab saat puasa, kita tidak hanya mengendalikan emosi saja tapi juga ada upaya pengendalian dalam mengatur kebiasaan makan," kata dia dilansir laman UGM, dikutip Rabu (4/5/2022).
Ketika puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama kurang lebih 12-13 jam. Ini memberikan kesempatan atau memanjakan organ pencernaan untuk beristirahat.
"Saat Lebaran biasanya kita dimanjakan dengan aneka hidangan yang berlemak, bersantan, serta tinggi gula, dan kalap makan saat Lebaran. Jika hal tersebut tidak dikendalikan, akan memicu munculnya sejumlah penyakit di kemudian hari," jelasnya.
Lantas bagaimana cara mengendalikan pola makan saat tidak bisa terhindar dari santapan Lebaran?
Ahli Gizi UGM, Toto Sudargo menyebutkan, pengendalian diri saat Lebaran perlu dilakukan, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan. Hal ini perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat.
Baca juga: Resep Jadul, Lezatnya Gulai Ayam untuk Santap Sahur
"Puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk menjalani gaya hidup sehat. Sebab saat puasa, kita tidak hanya mengendalikan emosi saja tapi juga ada upaya pengendalian dalam mengatur kebiasaan makan," kata dia dilansir laman UGM, dikutip Rabu (4/5/2022).
Ketika puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama kurang lebih 12-13 jam. Ini memberikan kesempatan atau memanjakan organ pencernaan untuk beristirahat.
"Saat Lebaran biasanya kita dimanjakan dengan aneka hidangan yang berlemak, bersantan, serta tinggi gula, dan kalap makan saat Lebaran. Jika hal tersebut tidak dikendalikan, akan memicu munculnya sejumlah penyakit di kemudian hari," jelasnya.