LANGIT7.ID - , Jakarta -
Masakan Lebaran identik dengan daging dan kuah bersantan yang lezat disantap dengan ketupat. Namun, bagi penderita penyakit yang pantang mengonsumsi lemak, minyak, dan santan cukup sulit untuk tidak tergoda menyantap santapan itu.
Lantas bagaimana cara mengendalikan pola makan saat tidak bisa terhindar dari santapan Lebaran?
Ahli Gizi UGM, Toto Sudargo menyebutkan, pengendalian diri saat Lebaran perlu dilakukan, termasuk dalam mengatur konsumsi makanan. Hal ini perlu dilakukan agar tubuh tetap sehat.
Baca juga: Resep Jadul, Lezatnya Gulai Ayam untuk Santap Sahur"Puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk menjalani gaya hidup sehat. Sebab saat puasa, kita tidak hanya mengendalikan emosi saja tapi juga ada upaya pengendalian dalam mengatur kebiasaan makan," kata dia dilansir laman UGM, dikutip Rabu (4/5/2022).
Ketika puasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan selama kurang lebih 12-13 jam. Ini memberikan kesempatan atau memanjakan organ pencernaan untuk beristirahat.
"Saat Lebaran biasanya kita dimanjakan dengan aneka hidangan yang berlemak, bersantan, serta tinggi gula, dan kalap makan saat Lebaran. Jika hal tersebut tidak dikendalikan, akan memicu munculnya sejumlah penyakit di kemudian hari," jelasnya.
Untuk itu, lanjut dia, masyarakat bisa menerapkan kiat agar bisa menjalani Lebaran dengan lebih sehat. Salah satunya dengan membatasi porsi makan.
"Caranya dengan makan dalam porsi kecil. Silakan untuk makan apa saja saat Lebaran, mau lemak, karbohidrat, gula dan lainnya. Namun yang penting secukupnya atau sedikit-sedikit saja,” jelas Dosen Departemen Gizi Kesehatan FKKMK UGM ini.
Baca juga: Resep Bikin Opor Ayam ala Lis, Tampilannya Bikin NgilerSelain itu, ketika sudah mengonsumsi makanan mengandung lemak, minyak, dan santan itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mengimbanginya dengan konsumsi makanan tinggi serat seperti
buah dan sayur.
"Dengan konsumsi makanan kaya serat akan membantu dalam mengikat lemak dalam makanan. Buah tidak membuat
eneg dan juga mengandung gula kompleks sehingga lebih aman,” jelasnya.
Toto juga mengimbau agar masyarakat tetap melakukan olahraga atau aktivitas fisik untuk membakar kalori. Setidaknya
aktivitas fisik dilakukan secara rutin selama 30 menit setiap hari.
"Tak lupa tetap makanan sesuai jam makan, yaitu 3 kali sehari. Hal ini penting dilakukan untuk mengontrol asupan kalori," ungkapnya.
Baca juga: 4 Ragam Kuliner Pengganti Ketupat, Bestie Pilih yang Mana?(est)