home edukasi & pesantren

Mengurai Teori Multiverse dalam Perspektif Islam

Kamis, 12 Mei 2022 - 19:45 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Belakangan ini marak pembicaraan tentang film-film yang menunjukkan keberadaan teori multiverse atau multisemesta. Sebut saja Edge of Tomorrow, SpiderMan, Serial Dark di Netflix hingga yang terbaru Doctor Strange in The Multiverse of Madness.



Teori multiverse sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu yang lebih dikenal dengan istilah M-Theory oleh Stephen Hawking, seorang fisikawan kosmologis berpemikiran Atheis berdarah Inggris.

Santri yang sedang berkuliah di The Melbourne University, Australia, Hikam Hulwanullah, menjelaskan, ada dua perdebatan besar dalam teori ini. Pertama, terkait kelahiran alam semesta yang disebut Tuhan tidak ikut campur di dalamnya. Kedua, perdebatan terkait adanya kehidupan di planet lain, maupun alam semesta yang lain.

M-Theory menyebut, alam semesta tempat tinggal manusia bukan satu-satunya alam semesta yang ada. Teori ini justru memprediksikan, terdapat banyak sekali alam semesta yang muncul dari ketiadaan masing-masing. Di antaranya memiliki seperangkat hukum-hukum fisika berbeda dan memiliki sejarahnya sendiri-sendiri.

Teori itu menihilkan campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Stephen Hawking dalam bukunya menulis, penciptaan alam-alam semesta itu tak memerlukan campur tangan sosok adil-alami atau Tuhan. Sebaliknya, banyak alam semesta muncul secara alami akibat hukum-hukum fisika dan kemunculan alam semesta adalah prediksi sains.

Lalu, bagaimana teori multiverse dalam perspektif Islam?
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sains ilmu pengetahuan pendekatan fisika multiverse
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya