Sadis, Polisi Israel Serang Prosesi Pemakaman Jurnalis Al-Jazeera
Ummu hani
Sabtu, 14 Mei 2022 - 20:05 WIB
Penyerangan yang dilakukan polisi Israel saat prosesi pemakaman jurnalis Al-Jazeera, Shireen Abu Akleh di Yerusalem Timur pada Sabtu (13/5/2022). (Foto: New York Times)
Polisi Israel menyerang prosesi pemakaman jurnalis terkenal Shireen Abu Akleh di Yerusalem Timur pada Sabtu (13/5/2022). Menggunakan tongkat baton, gas air mata dan kuda, Polisi Israel menyerang pelayat saat membawa peti mati Abu Akleh melewati Yerusalem dari rumah sakit ke tempat pemakamannya.
Melansir dari New York Times, Polisi Israel awalnya menerobos gerbang halaman dan menyerang massa yang berkerumun. Mereka juga memukuli pengusung peti mati dengan tongkat dan menendang. Terdengar banyak jeritan di pemakaman saat pengusung jenazah berjuang untuk menjaga peti mati tetap tegak.
Baca Juga:Jurnalis Islam Bersatu Dorong PBB Jatuhkan Sanksi Berat ke Israel
Beberapa pengusung berlarian sehingga peti mati hampir jatuh. Beruntungnya, peti yang berisi jenazah Abu Akleh tak jatuh saat granat kejut meledak. Adegan kekerasan yang berlangsung beberapa menit tersebut menambah kemarahan warga Palestina atas pembunuhan Abu Akleh.
Kabarnya, sebab dari penyerangan ini karena orang-orang Palestina menolak untuk mematuhi seruan Israel yang membatasi jumlah peserta upacara pemakaman hanya 50 orang dan melarang pengibaran bendera Palestina serta nyanyian. Karena itu, Israel menyerang pelayat saat tuntutan tidak dipenuhi.
Beberapa menit setelah polisi menyerang, peti mati Abu Akleh berhasil diselamatkan dan dimasukkan ke kendaraan menuju ke Cathedral of the Annunciation of the Virgin di Kota Tua Yerusalem. Adapun prosesi upacara pemakaman berlangsung dengan damai.
Baca Juga:Hulk Bela Palestina, Kecam Pembunuhan Jurnalis Al-Jazeera
Melansir dari New York Times, Polisi Israel awalnya menerobos gerbang halaman dan menyerang massa yang berkerumun. Mereka juga memukuli pengusung peti mati dengan tongkat dan menendang. Terdengar banyak jeritan di pemakaman saat pengusung jenazah berjuang untuk menjaga peti mati tetap tegak.
Baca Juga:Jurnalis Islam Bersatu Dorong PBB Jatuhkan Sanksi Berat ke Israel
Beberapa pengusung berlarian sehingga peti mati hampir jatuh. Beruntungnya, peti yang berisi jenazah Abu Akleh tak jatuh saat granat kejut meledak. Adegan kekerasan yang berlangsung beberapa menit tersebut menambah kemarahan warga Palestina atas pembunuhan Abu Akleh.
Kabarnya, sebab dari penyerangan ini karena orang-orang Palestina menolak untuk mematuhi seruan Israel yang membatasi jumlah peserta upacara pemakaman hanya 50 orang dan melarang pengibaran bendera Palestina serta nyanyian. Karena itu, Israel menyerang pelayat saat tuntutan tidak dipenuhi.
Beberapa menit setelah polisi menyerang, peti mati Abu Akleh berhasil diselamatkan dan dimasukkan ke kendaraan menuju ke Cathedral of the Annunciation of the Virgin di Kota Tua Yerusalem. Adapun prosesi upacara pemakaman berlangsung dengan damai.
Baca Juga:Hulk Bela Palestina, Kecam Pembunuhan Jurnalis Al-Jazeera