LANGIT7.ID, Jakarta - Polisi Israel menyerang prosesi pemakaman jurnalis terkenal
Shireen Abu Akleh di Yerusalem Timur pada Sabtu (13/5/2022). Menggunakan tongkat baton, gas air mata dan kuda, Polisi Israel menyerang pelayat saat membawa peti mati Abu Akleh melewati Yerusalem dari rumah sakit ke tempat pemakamannya.
Melansir dari New York Times, Polisi Israel awalnya menerobos gerbang halaman dan menyerang massa yang berkerumun. Mereka juga memukuli pengusung peti mati dengan tongkat dan menendang. Terdengar banyak jeritan di pemakaman saat pengusung jenazah berjuang untuk menjaga peti mati tetap tegak.
Baca Juga: Jurnalis Islam Bersatu Dorong PBB Jatuhkan Sanksi Berat ke IsraelBeberapa pengusung berlarian sehingga peti mati hampir jatuh. Beruntungnya, peti yang berisi jenazah Abu Akleh tak jatuh saat granat kejut meledak. Adegan kekerasan yang berlangsung beberapa menit tersebut menambah kemarahan warga Palestina atas pembunuhan Abu Akleh.
Kabarnya, sebab dari penyerangan ini karena orang-orang
Palestina menolak untuk mematuhi seruan Israel yang membatasi jumlah peserta upacara pemakaman hanya 50 orang dan melarang pengibaran bendera Palestina serta nyanyian. Karena itu, Israel menyerang pelayat saat tuntutan tidak dipenuhi.
Beberapa menit setelah polisi menyerang, peti mati Abu Akleh berhasil diselamatkan dan dimasukkan ke kendaraan menuju ke Cathedral of the Annunciation of the Virgin di Kota Tua Yerusalem. Adapun prosesi upacara pemakaman berlangsung dengan damai.
Baca Juga: Hulk Bela Palestina, Kecam Pembunuhan Jurnalis Al-JazeeraQatar dan Al Jazeera mengutuk tindakan polisi tersebut. Wakil juru bicara
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Farhan Haq mengatakan adegan itu sangat mengejutkan. Sementara UE dan Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan serangan tersebut mengerikan.
Sebagai informasi, jurnalis veteran Abu Akleh (51) ditembak mati oleh pasukan Israel saat meliput serangan di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat untuk Al Jazeera pada Rabu (11/5/2022).
Baca Juga:
Ratusan Pelayat Gelar Aksi Solidaritas Jurnalis Palestina di London
Soal Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera, Forjim: Israel Harus Diseret ke ICC(asf)