Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Suparji: Ini Karunia dari Allah
Redaksi
Rabu, 18 Mei 2022 - 08:05 WIB
Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad resmi dilantik menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Foto: Istimewa.
Direktur Solusi dan Advokasi Institut (SA Institut), Suparji Ahmad resmi dilantik menjadi Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan 25774/MPK.A/KP.05.01/2022 yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.
Pengukuhan sebagai Guru Besar menurut Suparji sebagai karunia yang amat besar sehingga patut disyukuri. Pasalnya ia tak pernah menyangka akan bisa sampai di titik ini, mengingat ia lahir dan dibesarkan dengan kondisi serba kekurangan.
"Ini merupakan hadiah yang Allah Swt berikan kepada saya yang patut untuk disyukuri. Apalagi masa kecil saya bukanlah dari keluarga yang serba tercukupi, baik dari segi ilmu maupun hal materi, bahkan jauh dari kata 'menengah'," kata Supari dalam keterangan yang diterima Langit7, Rabu (18/5/2022).
Baca Juga:Pakar: Pemerintah Bisa Gugat UNHCR Jika Terbukti Melawan Hukum
Lebih jauh, Suparji menuturkan bahwa ia dilahirkan dari pasangan Wito Miharjo (alm) dan Jinem (alm) di pelosok Sukoharjo. Ayah Suparji, Wito sehari-hari mengayuh becaknya berkilo-kilo meter untuk menghidupi Suparji kecil. Sementara, Jinem berjualan tempe sembari sebagai ibu rumah tangga.
"Orang tua saya bahkan tidak mengerti tentang baca tulis. Dengan kondisi demikian, itu menjadi bara yang terus menyala dalam dada saya untuk bisa membahagiakan mereka, hingga sekarang bisa menjadi guru besar," tuturnya.
"Saya ini cuma wong ndeso angon weduz (orang desa, memelihara kambing), orang tua tidak bisa baca tulis, tapi alhamdulillah bisa dikukuhkan menjadi guru besar ilmu hukum," sambungnya.
Pengukuhan sebagai Guru Besar menurut Suparji sebagai karunia yang amat besar sehingga patut disyukuri. Pasalnya ia tak pernah menyangka akan bisa sampai di titik ini, mengingat ia lahir dan dibesarkan dengan kondisi serba kekurangan.
"Ini merupakan hadiah yang Allah Swt berikan kepada saya yang patut untuk disyukuri. Apalagi masa kecil saya bukanlah dari keluarga yang serba tercukupi, baik dari segi ilmu maupun hal materi, bahkan jauh dari kata 'menengah'," kata Supari dalam keterangan yang diterima Langit7, Rabu (18/5/2022).
Baca Juga:Pakar: Pemerintah Bisa Gugat UNHCR Jika Terbukti Melawan Hukum
Lebih jauh, Suparji menuturkan bahwa ia dilahirkan dari pasangan Wito Miharjo (alm) dan Jinem (alm) di pelosok Sukoharjo. Ayah Suparji, Wito sehari-hari mengayuh becaknya berkilo-kilo meter untuk menghidupi Suparji kecil. Sementara, Jinem berjualan tempe sembari sebagai ibu rumah tangga.
"Orang tua saya bahkan tidak mengerti tentang baca tulis. Dengan kondisi demikian, itu menjadi bara yang terus menyala dalam dada saya untuk bisa membahagiakan mereka, hingga sekarang bisa menjadi guru besar," tuturnya.
"Saya ini cuma wong ndeso angon weduz (orang desa, memelihara kambing), orang tua tidak bisa baca tulis, tapi alhamdulillah bisa dikukuhkan menjadi guru besar ilmu hukum," sambungnya.