home global news

Menteri Basuki Tekankan ASN Harus Miliki Akhlakul Karimah

Kamis, 19 Mei 2022 - 22:05 WIB
Dalam rangka pengembangan kompetensi kepemimpinan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan dituntut tidak hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlakul karimah. Foto: Istimewa.
Dalam rangka pengembangan kompetensi kepemimpinan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan dituntut tidak hanya pintar atau ahli di bidangnya saja, tetapi juga harus memiliki karakter yang baik, kuat, dan akhlakul karimah. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Kuliah Umum Kepemimpinan Sektor Publik Politeknik Keuangan Negara STAN.

Basuki menyampaikan terdapat lima strategi yang harus diperhatikan oleh para pimpinan di Kementerian PUPR untuk menjamin keberhasilan program kerja, yaitu programming, decision making, pelaksanaan, pengawasan, dan keamananan bangunan.

“Program kerja harus disusun secara sistematik dan fokus. Pemerataan bukan berarti dibagi rata semua dikerjakan secara bersamaan, melainkan dikerjakan bertahap dan fokus sesuai target prioritas yang telah ditentukan. Sebagai contoh kita fokus pada lima destinasi wisata prioritas dulu, kalau sudah selesai kita lanjut di tempat lain,” kata Basuki.

Baca Juga:Jokowi Bolehkan Buka Masker, Ini Ketentuan Barunya

Menurut Basuki, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat mengambil keputusan secara cepat dan berani mengambil risiko. “Pengambilan keputusan yang cepat menentukan keberhasilan dalam penanganan masalah. Semua risiko harus diperhitungkan dulu sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.

Sedangkan terkait pelaksanaan dan pengawasan, dia menilai teamwork adalah faktor yang paling penting. “Tidak ada pekerjaan yang bisa diklaim sebagai hasil individu atau direktorat tertentu saja, semuanya merupakan hasil teamwork. Pemimpin juga harus sering turun ke lapangan agar dapat memahami secara seksama cara kerja para staf bawahannya di lapangan,” tegasnya.

Basuki mengatakan setiap ASN harus memiliki karakter yang baik dan kuat. Karakter yang baik yaitu ikhlas, jujur, dan rendah hati. Ikhlas untuk bekerja secara total atau tidak setengah-tengah, bekerja jujur dengan didasari niat yang baik, serta rendah hati dengan tidak mengharapkan pujian atau penghargaan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
basuki hadimuljono asn kementerian pupr akhlakul karimah kuliah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya