Pengamat Sosial: Fomo, Dampaknya Banyak dan Berbahaya
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 19 Mei 2022 - 17:46 WIB
Ketergantungan akan media sosial menumbuhkan ketakutan akan ketinggalan tren atau yang disebut FOMO. Foto: Langit7/iStock
Berbicara fenomena FOMO (fear of missing out) yang dialami oleh generasi muda saat ini tentu tidak akan ada habisnya. Kecenderungan untuk selalu update informasi terbaru menjadi sebuah keharusan.
Melihat fenomena ini, pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan fenomena fomo yang dialami anak muda saat ini dampaknya banyak dan berbahaya.
Baca juga: 4 Tips Terhindar dari FOMO, Nomor 3 Harus Mulai Dipaksakan
"Fenomena fomo yang dialami oleh remaja menjadi faktor yang luar biasa terhadap perkembangan mereka. Jika dibiarkan dampaknya akan sangat banyak dan berbahaya," ujar Puji kepada Langit7, Kamis (19/5/2022).
Meskipun begitu, Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini mengakui dari sisi adaptasi terhadap perkembangan sosial, sindrom fomo sangat bagus.
"Dari sisi adaptasi mereka terhadap perkembangan dinamika sosial itu bagus, tetapi di sisi lain ketika ia mengikuti sesuatu yang tidak baik, ini akan menyusahkan," ujarnya.
"Siapa yang disusahkan? Lebih banyak dirinya sendiri dan keluarganya. Misalnya ia membutuhkan handphone dengan fitur lebih canggih dan kamera kualitas luar biasa, dan belum memiliki penghasilan. Tentunya yang disusahkan orang tua. Belum lagi jika orang tuanya tidak mampu," lanjut dia.
Melihat fenomena ini, pengamat sosial Puji Qomariyah mengatakan fenomena fomo yang dialami anak muda saat ini dampaknya banyak dan berbahaya.
Baca juga: 4 Tips Terhindar dari FOMO, Nomor 3 Harus Mulai Dipaksakan
"Fenomena fomo yang dialami oleh remaja menjadi faktor yang luar biasa terhadap perkembangan mereka. Jika dibiarkan dampaknya akan sangat banyak dan berbahaya," ujar Puji kepada Langit7, Kamis (19/5/2022).
Meskipun begitu, Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) ini mengakui dari sisi adaptasi terhadap perkembangan sosial, sindrom fomo sangat bagus.
"Dari sisi adaptasi mereka terhadap perkembangan dinamika sosial itu bagus, tetapi di sisi lain ketika ia mengikuti sesuatu yang tidak baik, ini akan menyusahkan," ujarnya.
"Siapa yang disusahkan? Lebih banyak dirinya sendiri dan keluarganya. Misalnya ia membutuhkan handphone dengan fitur lebih canggih dan kamera kualitas luar biasa, dan belum memiliki penghasilan. Tentunya yang disusahkan orang tua. Belum lagi jika orang tuanya tidak mampu," lanjut dia.