home global news

Fenomena Bediding, Tanda Masuk Musim Kemarau

Senin, 30 Mei 2022 - 17:50 WIB
Udara dingin di wilayah Dieng, Jawa Tengah. Foto: Pemkab Temanggung
Akhir-akhir beberapa wilayah di Indonesia merasakan udara dingin, salah satunya diYogyakarta. Fenomena udara dingin menjadi penanda masuk musim kemarau.

Pakar iklim Universitas Gadjah Mada, Dr. Emilya Nurjani, M. Si., mengatakan dalam istilah Jawa, fenomena hawa dingin disebut juga dengan bediding. Di mana suhu udara menjadi lebih dingin setelah tengah malam hingga pagi hari saat masuk musim kemarau.

Baca juga: Fenomena Bulan Hitam di Indonesia, Waspada Naiknya Pasang Laut

“Fenomena ini memang sepertinya menandai masuknya musim kemarau di suatu wilayah," ujar Emilya seperti dikutip dari laman resmi UGM, Senin (30/5/2022).

Menurut Emilya, kondisi ini merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di saat musim kemarau. Khususnya di beberapa wilayah yang mempunyai pola hujan monsunal. Atau wilayah yang puncak hujannya terjadi di sekitar Desember-Februari dan kemarin di bulan Agustus sampai September.

“Wilayah hujan monsunal meliputi Lampung, Sumatera, Selatan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara," katanya.

Emilya menambahkan, fenomena hawa dingin yang terjadi di musim kemarau ini saat kondisi langit cerah tanpa awan atau tanpa sedikit awan. Akibatnya radiasi matahari yang diterima bumi besar sehingga suhu di siang hari meningkat atau lebih panas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
musim kemarau fenomena alam suhu dingin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya