Baitul Wakaf Bangun Sumur Air untuk Santri Lebak Banten
Redaksi
Ahad, 12 Juni 2022 - 11:34 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Pengelola dan para santri Pondok Pesantren Riyadhul Badi’ah Lebak, Banten kini bisa tersenyum sumringah menjalankan proses belajar mengajar. Sejak dua bulan lalu, pesantren yang berlokasi di Kampung Sajira Barat Desa Sajira, Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak Provinsi Banten ini sudah memiliki sumur air bersih dan dapur yang layak bantuan dari Baitul Wakaf bekerjasama dengan CIMB Niaga Syariah.
Bantuan Baitul Wakaf ini membantu kebutuhan air bersih, MCK dan dapur santri lebih layak, lebih baik dan tercukupi. “Santri bisa hidup bersih dan sehat,” kata Busro, relawan Mitra Kebaikan Baitul Wakaf Lebak, belum lama ini.
Menurut Busro, pengeboran sumur air bersih, renovasi dapur dan MCK dilakukan pada akhir April 2022 lalu. Sebelum dibangun sumur air bersih, para santri harus mengambil air dari sungai Cilaki yang berjarak 500 meter.
Baca Juga:Sejarah Bir Ali, Tempat Miqat Jemaah Haji sebelum ke Mekkah
Air yang diambil dari sungai pun tidak berstatus air bersih. Jika musim hujan kondisi air sungai menjadi lebih kotor, karena air-air dari sawah, selokan semua bermuara ke sungai tersebut.
“Air sungai jarak ke pondok 500 meter, sangat kesulitan di malam hari karena gelap. Sumur dangkal manual kedalaman tujuh meter satu bulan kemarau airnya kering,” jelas Busro.
Jika musim kemarau, para santri dan warga sekitar jarang mandi. Sehingga memicu berbagai penyakit kulit.
Bantuan Baitul Wakaf ini membantu kebutuhan air bersih, MCK dan dapur santri lebih layak, lebih baik dan tercukupi. “Santri bisa hidup bersih dan sehat,” kata Busro, relawan Mitra Kebaikan Baitul Wakaf Lebak, belum lama ini.
Menurut Busro, pengeboran sumur air bersih, renovasi dapur dan MCK dilakukan pada akhir April 2022 lalu. Sebelum dibangun sumur air bersih, para santri harus mengambil air dari sungai Cilaki yang berjarak 500 meter.
Baca Juga:Sejarah Bir Ali, Tempat Miqat Jemaah Haji sebelum ke Mekkah
Air yang diambil dari sungai pun tidak berstatus air bersih. Jika musim hujan kondisi air sungai menjadi lebih kotor, karena air-air dari sawah, selokan semua bermuara ke sungai tersebut.
“Air sungai jarak ke pondok 500 meter, sangat kesulitan di malam hari karena gelap. Sumur dangkal manual kedalaman tujuh meter satu bulan kemarau airnya kering,” jelas Busro.
Jika musim kemarau, para santri dan warga sekitar jarang mandi. Sehingga memicu berbagai penyakit kulit.