Pendidikan Seksualitas Penting Masuk dalam Kurikulum Sekolah
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 14 Juni 2022 - 08:37 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Masa pubertas merupakan momen yang rentan bagi remaja, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Sebab di masa-masa ini remaja mulai mempunyai dorongan seksual.
Hal tersebut sangat wajar karena organ-organ reproduksi sudah mulai berfungsi, begitu pun dengan hormon-hormon seksual.
Penulis dan influencer Ustadz Amar Ar-Risalah mengatakan penting untuk memberi edukasi seks pada anak agar bisa menahan diri. Menurut Ustadz Amar, pendidikan seksual sudah ada di dalam kurikulum pendidikan Islam.
Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam, Tak Hanya Sebatas Hubungan Seksual
"Dalam Islam, pendidikan seksual sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum," ucap Ustadz Amar kepada Langit7, Senin (13/6/2022).
Ustadz Amar pun menyontohkan bagaimana pendidikan Islam mengenalkan seks pada anak melalui cara sederhana seperti pemisahan kamar mandi perempuan dan laki-laki. Kemudian adanya pemisahan ruang kelas laki-laki dan perempuan.
"Kenapa dipisah? Karena ketika seorang guru mengajar biologi dan dalam silabusnya lagi membahas masalah organ reproduksi maka jika ada anak pria tentunya guru tersebut tidak akan leluasa menjelaskannya," ucap pendiri Negeri Buku ini.
Hal tersebut sangat wajar karena organ-organ reproduksi sudah mulai berfungsi, begitu pun dengan hormon-hormon seksual.
Penulis dan influencer Ustadz Amar Ar-Risalah mengatakan penting untuk memberi edukasi seks pada anak agar bisa menahan diri. Menurut Ustadz Amar, pendidikan seksual sudah ada di dalam kurikulum pendidikan Islam.
Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam, Tak Hanya Sebatas Hubungan Seksual
"Dalam Islam, pendidikan seksual sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum," ucap Ustadz Amar kepada Langit7, Senin (13/6/2022).
Ustadz Amar pun menyontohkan bagaimana pendidikan Islam mengenalkan seks pada anak melalui cara sederhana seperti pemisahan kamar mandi perempuan dan laki-laki. Kemudian adanya pemisahan ruang kelas laki-laki dan perempuan.
"Kenapa dipisah? Karena ketika seorang guru mengajar biologi dan dalam silabusnya lagi membahas masalah organ reproduksi maka jika ada anak pria tentunya guru tersebut tidak akan leluasa menjelaskannya," ucap pendiri Negeri Buku ini.