LANGIT7.ID - , Jakarta - Saat ini kehidupan seks bebas telah merebak ke semua kalangan termasuk remaja dan anak-anak. Perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang memudahkan akses tontonan berunsur
pornografi.
Konten kanal Youtube Voox baru-baru ramai dibicarakan warganet karena salah satu kontennya. Berdalih mengangkat
edukasi seks, kanal ini malah menyuguhkan pembahasan seks secara gamblang dengan pengisi konten empat perempuan muda.
Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam: Ajarkan Fitrah, Lindungi Anak dari Pornografi dan Pergaulan BebasPenulis dan infuencer Ustadz Amar Ar-Risalah mengatakan pembahasan pendidikan seks dalam Islam itu beda dengan apa yang dikenal di
pendidikan Barat yang seakan-akan seks cuma sebatas hubungan seksual atau masturbasi.
Menurut dia, dalam Islam, pendidikan seks itu meliputi cara berpakaian, batasan-batasan masuk kamar mandi, dan lainnya.
"Maka itu, pembahasan pendidikan seks dalam Islam dimulai dari kecil. Jika ia laki-laki suruh pakai pakaian yang mencirikan laki-laki. Jika ia perempuan suruhlah memakai pakaian-pakaian yang mencirikan perempuan," ujar Ustadz Amar kepada Langit7, Senin (13/6/2022).
Misal, lanjut dia yang perempuan dibiasakan memakai jilbab. Kemudian anak laki-laki dari kecil dibiasakan mengenakan kemeja dan lainnya.
Selanjutnya, pendiri Negeri Buku ini mengatakan orang tua harus membiasakan anak sejak dini terkait mana saja yang termasuk dalam golongan aurat. Agar ketika mereka sudah berusia
baligh, misal perempuan sudah menstruasi dan laki-laki sudah mimpi basah, mereka sudah mulai harus menutup auratnya dengan sempurna.
Baca juga: Nonton Film Porno Sejak Dini, Pemicu Tindakan Pelecehan Seksual"Bukan pada saat dewasa baru diajarkan, tetapi dari kecil ia sudah harus diberitahu terkait batasan aurat yang dianjurkan dalam Islam," ucapnya.
Dan ketika seorang anak sudah berusia 7 tahun, kata Rasulullah SAW hendaknya dipisahkan tidurnya. Jika mereka kakak beradik, dan berbeda jenis kelamin maka harus dipisahkan. Lalu, jika mereka kakak beradik dengan jenis kelamin sama, jangan pernah dibolehkan tidur dalam satu selimut atau saling berpelukan.
"Itulah sebenarnya dasar dari pendidikan seks dalam Islam, yang mana laki-laki dengan perempuan ditegaskan pembedaannya bukan karena perempuan itu lebih rendah dan seterusnya, akan tetapi karena memang secara kodrat berbeda. Berbeda bukan berarti yang satunya lebih rendah tetapi punya deskripsi dan ciri-ciri yang berbeda," kata Co-Founder Yayasan NiruNabi ini.
Lebih lanjut, pegiat
sejarah Islam ini menuturkan terkait usia yang pas untuk memberi edukasi seks, hal tersebut tergantung dari pemahaman si anak. Sebab menurutnya setiap anak berbeda-beda pertumbuhannya.
"Ada yang anak mungkin usia 4 tahun sudah paham terkait hal tersebut atau sudah mulai menanyakannya. Ada juga anak-anak yang agak lambat pertumbuhan pemikirannya sehingga jangan dulu diajak berbicara ke arah tersebut, tetapi diajak berbicaranya ke arah yang lebih umum," tuturnya.
Menurut Ustadz Amar, pendidikan seks tergantung dari orang tua. Namun, sebaiknya orang tua jangan langsung mengenalkan konsep seksualitas.
Baca juga: Agar Tidak Terjadi Pelecehan Seksual, Ini Pesan Habib Abdurrahman Al-Habsyi"Dan ini tergantung orang tua sebetulnya, jangan langsung mengenalkan apa konsep terkait seksualitas tetapi ditarik dulu ke awalannya, misal kenapa kita harus memakai rok? Bukan karena kita perempuan tetapi beritahu bahwa itu perintah Allah dan seterusnya. Lalu, jika anak menanyakan terkait mengapa banyak di luaran sana yang memakai bikini misal atau perempuan tidak pakai hijab. Nah, Anda jelaskan itu karena mereka sudah tahu aturan Allah tetapi tidak melaksanakannya," lanjut dia.
Penjelasan-penjelasan tersebut tergantung usia anak, yang jelas tegas Ustadz Amar, pastikan saat anak sudah baligh, mereka sudah siap menutup aurat.
"Tetapi harus ingat, siap itu berbeda dengan ingin, jadi pastikan semua yang mereka lakukan disertai dengan pemahaman bukan dengan paksaan," tegasnya.
(est)