LANGIT7.ID - , Jakarta - Banyak bentuk
pelecehan seksual yang saat ini masih dianggap sebagai lelucon atau bahan candaan. Padahal, perilaku ini bisa membawa pengaruh negatif bagi korban dalam jangka panjang.
Beberapa bentuk perilaku yang masuk kategori pelecehan seksual seperti menyentuh, memeluk, atau mencium tanpa izin. Selain itu dalam bentuk verbal bisa berupa
cat calling atau menggoda dengan sebutan tak pantas.
Baca juga: Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi UNRI Tak Kunjung Usai, KOMAHI Desak KemendikbudLokasi yang menjadi tempat pelaku melakukan aksinya pun beragam seperti di sekolah, kantor, rumah bahkan di tempat umum. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang menjadi pelaku pelecehan.
Koordinator jaringan Muda Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia Suci Susanti mengatakan salah satu yang menjadi penyebab terbesar orang melakukan pelecehan seksual karena adanya kebiasaan menonton
film porno sejak dini.
"Menonton video porno merupakan salah satu jalan masuk
pelaku kejahatan seksual. Karena mereka atau pelaku terbiasa mengkonsumsi konten-konten pornografi yang sekarang sudah sangat mudah diakses. Hampir semua media sosial berisi konten
pornografi mulai dari memperlihatkan pakaian minim dan lainnya," ujat Suci dalam virtual bertajuk "Mencegah Anak Menjadi Korban Kejahatan Seksual," Jumat (10/6/2022).
Menurut Suci, mudahnya mengakses konten pornografi melalui gadget membuat siapa pun yang memegangnya akan melihat hal tersebut.
Baca juga: Agar Tidak Terjadi Pelecehan Seksual, Ini Pesan Habib Abdurrahman Al-HabsyiNah, kan ini bahaya mulai dari yang pertamanya sedikit kemudian menjadi banyak lalu menuju ke adiksi," lanjut dia.
Ketika sudah ketagihan, kata Suci, secara otomatis mereka harus melampiaskannya. Semua yang mereka tonton sudah menumpuk di otak. Akhirnya setelah mereka merasa mampu dalam artian berhubungan seksual, di situlah mereka melakukan tindakan.
"Kejahatan seksual banyak terjadi karena pelaku tidak bisa menahan lagi hasrat yang sudah ia konsumsi dari kecil," tambah Suci.
Seperti yang dialami beberapa anak yang Suci temui ketika menjadi aktivis di Lembaga Kemasyarakatan Anak Pria Tangerang.
"Ini yang sudah saya temukan, ketika saya menjadi aktivis di Lembaga Kemasyarakatan Anak Pria Tangerang, pada saat ada pelaku kejahatan seksual saya selalu menanyakan satu hal kepada mereka, 'Sejak kapan kamu menonton film pornografi?' Dan rata-rata jawabannya sama yakni pada kelas 2 SD," tuturnya.
Baca juga: Pelecehan Seksual Juga Terjadi pada Laki-laki, Ini PenyebabnyaJadi, bisa dibayangkan bertahun-tahun mereka mengkonsumsi film porno dan merekam di otaknya. Lalu ketika merasa sudah siap dan tidak mampu lagi menahannya maka yang dilakukan adalah pelecehan terhadap seseorang
"Inilah salah satu penyebab para pelaku kejahatan seksual nekat melakukan aksinya," pungkasnya.
(est)