LANGIT7.ID, Jakarta -
Pelecehan seksual kebanyakan dilakukan oleh laki-laki kepada perempuan. Namun ternyata tindakan pelecehan ini tidak hanya bisa terjadi pada perempuan, tetapi juga pada laki-laki. Seperti yang belakangan viral, seorang mahasiswi praktik sebagai perawat di Yogyakarta melecehkan pasien laki-laki saat memasang kateter.
Ustadz Dr.
Abdurrahman Al Habsyi menyebut
pelecehan seksual juga bisa terjadi kepada laki-laki. Menurut dia, biasanya pelecehan terhadap laki-laki terjadi karena perempuan itu memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dari laki-laki tersebut.
Sebagaimana yang pernah terjadi kepada Nabi Yusuf AS, tambahnya ia berusaha dilecehkan oleh istri penguasa yang pada waktu itu tertarik dengan ketampanannya. Namun, Nabi Yusuf mampu menghindarinya dan berkata dirinya lebih takut kepada Allah SWT daripada godaan tersebut.
Baca Juga: Jarang Bersuara, Pria Juga Rentan Mengalami Pelecehan Seksual
Meskipun begitu, Ustadz Rahman berkata konotasi pelecehan seksual memang lebih sering terjadi pada laki-laki ke perempuan, sebab laki-laki cenderung tidak mampu mengendalikan syahwatnya.
"Adapun yang sering terjadi adalah laki-laki terhadap perempuan, sebab laki-laki memiliki syahwat yang cenderung diekspresikan. Perempuan juga memiliki syahwat, namun kebanyakan dari mereka lebih memilih memendamnya," ujar Ustadz Rahman kepada Langit7.id, Kamis (2/6/2022).
"Laki-laki cenderung tidak mampu mengendalikan syahwat sehingga lebih banyak terekspresikan dan salah satu bentuk terekspresikan itu adalah lewat pelecehan seksual. Dalam pandangan Islam tentu hukumnya haram," lanjut dia.
Baca Juga: Solusi Islam Cegah Kejahatan Seksual: Jaga Iman dan Pandangan
Karenanya redaksi Al-Qur'an "Jangan mendekati zina" bukan "Jangan melakukan zina". Dan ayat itu tidak hanya ditujukan kepada laki-laki saja, tapi juga perempuan.
"Artinya apa saja yang memiliki indikasi, sehingga akhirnya bermuara kepada perzinahan, maka jangan didekati termasuk didalamnya adalah pelecehan seksual," pungkasnya.
(jqf)