Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Jarang Bersuara, Pria Juga Rentan Mengalami Pelecehan Seksual

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 03 Juni 2022 - 13:28 WIB
Jarang Bersuara, Pria Juga Rentan Mengalami Pelecehan Seksual
Pria juga kerap mengalami pelecehan seksual. Foto: Pexels.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pelecehan seksual merupakan suatu tindakan kejahatan yang tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi juga pada laki-laki. Seperti dialami pasien yang ditangani oleh mahasiswi yang tengah menjalani praktik sebagai tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Hal tersebut diketahui dari video yang tersebar di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sang perawat membagikan aktivitasnya saat bekerja di rumah sakit. Yang menarik perhatian yakni tulisan dalam videonya dimana dinilai mengandung unsur pelecehan seksual.

Baca juga: Nadiem Bakal Jatuhi Sanksi Dosen Unri atas Kasus Pelecehan Seksual

“Ketika aku harus masang kateter urin/DC untuk pasien cowok. Mana udah cakep, seumuran lagi,” tulis nakes perempuan tersebut dalam videonya. Tidak hanya kontennya, caption-nya juga menarik perhatian “Tapi tetap harus profesional ya.”

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa, dr Jiemi Ardian Sp. KJ mengatakan laki-laki banyak juga terkena pelecehan seksual, namun mereka tidak menyuarakannya.

Sebab, banyak laki-laki tidak menyadari bahwa mereka mengalami pelecehan seksual. Bahkan lebih dari sekedar tidak menyadari, sebagian orang malah menyalahkan diri sendiri.

"Kebudayaan masyarakat Indonesia pada generasi saat ini tidak banyak memberikan ruang untuk pendidikan seksualitas terutama pada anak-anak. Mereka diasumsikan sudah mengerti sendiri sehingga ketika seseorang tumbuh dewasa atau laki-laki ini tumbuh dewasa dan mengalami pelecehan seksual banyak yang tidak menyadarinya," ujar dr Jiemi dikutip dari kanal YouTube Mommies Daily, Kamis (2/6/2022).

Ia menambahkan, para pria harus paham bahwa pelecehan seksual ini terdiri dari berbagai macam variasi. Mulai dari tindakan verbal hingga ke perilaku fisik, seperti meremas bokong, mencium area tertentu yang membuat tidak nyaman, dan lainnya.

Menurut dia, yang cenderung terkena pelecehan yakni laki-laki yang tidak maskulin. Mereka seringkali mendapatkan pelecehan seksual yang seakan-akan itu adalah ujian yang tepat bagi perilaku mereka.

Baca juga:

"Beberapa waktu terakhir dengan munculnya sosial media dan internet banyak juga terjadi pelecehan dalam virtual. Baik itu ajakan berhubungan seksual, menunjukkan alat kelamin dan lainnya. Sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman pada korban, itu merupakan bentuk pelecehan seksual," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan laki-laki yang mengalami pelecehan seksual alih-alih mendapatkan dukungan, tetapi malah sebaliknya dipertanyakan kelaki-lakiannya.

"Dalam konteks heteroseksual diasumsikan bahwa laki-laki menikmati aktivitas seksual. Sehingga ketika mendapatkan pelecehan seksual dan ia tidak nyaman, bukan mendukung malah lingkungan sekitarnya akan mempertanyakan hal tersebut," ungkap dr Jiemi.

Alasan itulah, lanjut dr Jiemi, yang membuat laki-laki sulit mengekspresikan bahwa dirinya tidak nyaman akan pelecehan tersebut.

"Dalam konteks pekerjaan, pelecehan seksual juga bisa muncul dalam bentuk relasi kuasa. Misalnya ada atasan atau ada seseorang yang dalam komunitas posisinya lebih tinggi melakukan hal yang tidak nyaman dalam konteks seksualitas, karena posisinya lebih tinggi biasanya jarang dilaporkan. Ini juga bisa menjadi faktor menghambat seseorang tidak melaporkan kondisi pelecehan seksual yang dialami," lanjut dia.

Terkait dampak yang dialami korban pelecehan seksual laki-laki dan perempuan secara biologi sama. Korban akan mengalami ketakutan, trauma, berdebar, nafas yang sesak dan lainnya.

Baca juga: Kampanye #ItsNotOk, Lawan Pelecehan Lewat SMS dan Telepon

Namun menurut, dr Jiemi secara psikologis mungkin berbeda, sebab diproses dengan kekhasannya masing-masing. Artinya bukan terkait jenis kelamin saja tetapi juga dengan budaya, sosial dan lainnya.

"Sehingga jika ada perbedaan satu atau dua aspek terkait keluhan akibat pelecehan, ini bisa saja terjadi hanya karena perbedaan tersebut. Tapi harus diingat perbedaan itu bukan berarti yang satu lebih berat dari yang lain," tutup dr Jiemi.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)