Arti Kategori Kuning hingga Hitam di Layanan IGD Haji
Fajar adhitya
Rabu, 15 Juni 2022 - 22:04 WIB
Fasilitas layanan kesehatan IGD untuk jemaah haji di Tanah Suci. (Foto: Istimewa)
Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah memiliki fasilitas pelayanan kesehatan setara dengan Rumah Sakit Tipe B. Layanan yang berisikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) ini diperuntukkan utamanya bagi jemaah haji asal Indonesia dan beroperasi selama 24 jam setiap hari.
Kepala IGD KKHI Mekkah, Andi Edy Surahmat mengatakan bahwa pasien yang masuk ke IGD akan dilakukan triase (pemeriksaan) oleh manager on duty. Nantinya perlakuan pasien akan disesuaikan apakah masuk dalam kategori hijau, kuning, merah, atau hitam.
Baca Juga:Sejarah Air Zamzam yang Tidak Pernah Kering sejak 40 Abad Lalu
"Kalau merah kondisi pasien nya gawat banget, kalau hijau aman masih bisa diajak ngomong ya. Kalau kuning antara keduanya, kalau hitam datang sudah dengan kondisi meninggal," kata Edy dalam keterangannya, Rabu (15/6/2022).
Jemaah haji dapat dirujuk ke IGD KKHI oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang berada di kloter maupun petugas yang bertugas di sektor. Meski tidak menutup kemungkinan, dalam keadaan genting, pasien langsung di bawa ke KKHI.
Baca Juga:Lupa Arah ke Hotel, Jemaah Diimbau Lakukan Cara Ini
Kelengkapan alat kedokteran di IGD termasuk DC shock atau alat kejut jantung, ventilator portable, serta troley emergency. Setelah dilakukan observasi, apabila masih dibutuhkan perawatan Lebih lanjut, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap, yang dilakukan pemisahan antara rawat inap pria dan rawat inap wanita.
Kepala IGD KKHI Mekkah, Andi Edy Surahmat mengatakan bahwa pasien yang masuk ke IGD akan dilakukan triase (pemeriksaan) oleh manager on duty. Nantinya perlakuan pasien akan disesuaikan apakah masuk dalam kategori hijau, kuning, merah, atau hitam.
Baca Juga:Sejarah Air Zamzam yang Tidak Pernah Kering sejak 40 Abad Lalu
"Kalau merah kondisi pasien nya gawat banget, kalau hijau aman masih bisa diajak ngomong ya. Kalau kuning antara keduanya, kalau hitam datang sudah dengan kondisi meninggal," kata Edy dalam keterangannya, Rabu (15/6/2022).
Jemaah haji dapat dirujuk ke IGD KKHI oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang berada di kloter maupun petugas yang bertugas di sektor. Meski tidak menutup kemungkinan, dalam keadaan genting, pasien langsung di bawa ke KKHI.
Baca Juga:Lupa Arah ke Hotel, Jemaah Diimbau Lakukan Cara Ini
Kelengkapan alat kedokteran di IGD termasuk DC shock atau alat kejut jantung, ventilator portable, serta troley emergency. Setelah dilakukan observasi, apabila masih dibutuhkan perawatan Lebih lanjut, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap, yang dilakukan pemisahan antara rawat inap pria dan rawat inap wanita.