Cerita dari Muara Enim: Kaya SDA namun Masyarakat Miskin dan Pendidikan Tertinggal
Muhajirin
Jum'at, 17 Juni 2022 - 14:58 WIB
Hanif Azhar bersama murid-muridnya di Talang Airguci, Muara Enim (Dok Pribadi)
Pendidikan di Indonesia belum merata. Begitu kesan Aktivis Pendidikan dan Sosial, Hanif Azhar, saat menjalani aktivitas sebagai Pengajar Muda di Gerakan Indonesia Mengajar.
Hanif ditempatkan di Talang Airguci, Desa Sugihan, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada 2015 silam. Dia merasa kaget melihat kondisi sosial di daerah tersebut. Itu tak terlepas dari status Muara Enim sebagai salah satu kabupaten terkaya di Indonesia sebab kaya akan sumber daya alam (SDA).
“Muara Enim, salah satu kabupaten terkaya di Indonesia, karena di sana ada tambang dan gas terbesar di dunia dunia. Tapi, ketimpangan sosial juga lumayan tinggi,” kata Hanif kepada LANGIT7.ID, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga: Pendidikan di Indonesia Tak Seindah Amanat Konstitusi
Di Talang Airguci, Hanif mengajar di sekolah filial atau kelas jarak jauh yang merupakan ‘anak’ dari SDN 10 Rembang. Sebagai sekolah jauh, murid-murid di sekolah itu tak banyak.
Hanif ditempatkan di Talang Airguci, Desa Sugihan, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada 2015 silam. Dia merasa kaget melihat kondisi sosial di daerah tersebut. Itu tak terlepas dari status Muara Enim sebagai salah satu kabupaten terkaya di Indonesia sebab kaya akan sumber daya alam (SDA).
“Muara Enim, salah satu kabupaten terkaya di Indonesia, karena di sana ada tambang dan gas terbesar di dunia dunia. Tapi, ketimpangan sosial juga lumayan tinggi,” kata Hanif kepada LANGIT7.ID, Kamis (16/6/2022).
Baca Juga: Pendidikan di Indonesia Tak Seindah Amanat Konstitusi
Di Talang Airguci, Hanif mengajar di sekolah filial atau kelas jarak jauh yang merupakan ‘anak’ dari SDN 10 Rembang. Sebagai sekolah jauh, murid-murid di sekolah itu tak banyak.