Dari Syekh Subakir hingga Mbah Wasil, Penyebar Islam di Nusantara
Muhajirin
Sabtu, 18 Juni 2022 - 17:36 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj, mengatakan, masuknya Islam di Nusantara memiliki banyak sumber. Ada yang langsung dari Hadratulmaut (Yaman), Persia, dan China.
“Dari Arab, ada kuburan di Sidayu, Gresik, kuburannya Fatima binti Maimun. Dia adalah orang Arab yang konon datang ke Nusantara masih awal-awal pada era Dinasti Bani Umayyah,” kata KH Said Aqil di kanal Youtube NU Channel, Sabtu (18/6/2022).
Di Barus, Sumatera Utara ada pula jejak-jejak sejarah Islam yang datang sejak Dinasti Bani Umayah. Tapi, yang banyak tercatat dalam sejarah adalah Islam datang dari Persia.
Ada seorang ulama bernama Syekh Subakir yang diperintah oleh Kekhalifahan, dalam banyak literatur disebutkan diperintah oleh Sultan Muhammad I dari Kesultanan Ottoman, untuk datang ke Jawa.
Baca Juga: Wayang dalam Pandangan Islam, Cara Brilian Sunan Kalijaga Mengislamkan Budaya
“Syekh Ahmad Subakir datang ke Nusantara atas perintah Sultan dari sana, karena pedagang-pedagang Persia datang ke Nusantara, berangkat 100, pulang tinggal 50, karena mati,” kata KH Said Aqil.
Syekh Subakir lalu berkenalan dengan Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga di Jepara. Ratu Shima terkenal sangat adil. Syekh Subakir melihat, penyebab banyak pedagang Persia meninggal dunia adalah mahluk halus yang jahat.
“Dari Arab, ada kuburan di Sidayu, Gresik, kuburannya Fatima binti Maimun. Dia adalah orang Arab yang konon datang ke Nusantara masih awal-awal pada era Dinasti Bani Umayyah,” kata KH Said Aqil di kanal Youtube NU Channel, Sabtu (18/6/2022).
Di Barus, Sumatera Utara ada pula jejak-jejak sejarah Islam yang datang sejak Dinasti Bani Umayah. Tapi, yang banyak tercatat dalam sejarah adalah Islam datang dari Persia.
Ada seorang ulama bernama Syekh Subakir yang diperintah oleh Kekhalifahan, dalam banyak literatur disebutkan diperintah oleh Sultan Muhammad I dari Kesultanan Ottoman, untuk datang ke Jawa.
Baca Juga: Wayang dalam Pandangan Islam, Cara Brilian Sunan Kalijaga Mengislamkan Budaya
“Syekh Ahmad Subakir datang ke Nusantara atas perintah Sultan dari sana, karena pedagang-pedagang Persia datang ke Nusantara, berangkat 100, pulang tinggal 50, karena mati,” kata KH Said Aqil.
Syekh Subakir lalu berkenalan dengan Ratu Shima, penguasa Kerajaan Kalingga di Jepara. Ratu Shima terkenal sangat adil. Syekh Subakir melihat, penyebab banyak pedagang Persia meninggal dunia adalah mahluk halus yang jahat.