Momen di Rumah Saja, Saatnya Memperbaiki Kualitas Keluarga
Muhajirin
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 08:00 WIB
ilustrasi keluarga (foto: langit7.id/istock)
Pakar Parenting Ustadz Muhammad Fauzil Adhim menilai pandemi Covid-19 membawa keberkahan yang jarang orang tahu. Manusia dibekali kemampuan sintesis, yakni mampu mengambil hikmah di balik setiap kejadian.
Dalam Islam, ada istilah baiti jannati atau rumahku surgaku. Maka seharusnya tidak ada alasan untuk bosan saat berada dalam rumah. Selain itu, rumah disebut maskan (tempat) karena memberikan ketenangan. Itu juga yang menjadi dasar pembelajaran daring semestinya bisa sangat menyenangkan, jika fungsi keluarga dipahami dengan benar.
Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Di sana karakter anak dibentuk. Jika tidak demikian, atau merasa muak dengan anjuran untuk di rumah saja, maka ada sesuatu yang harus dibenahi dalam manajemen keluarga.
“Seharusnya rumah itu memberikan ketenangan. Kenapa kok malah yang menenangkan hati ada di luar rumah? Berarti ada yang perlu kita benahi dan kita perbaiki di rumah kita. Sehingga anak di rumah itu merasa nyaman, nyaman dengan kita,” kata Ustadz Fauzil dalam webinar bertajuk pendidikan online untuk anak beradab, melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis malam (5/8/2021).
Maka, kata dia, menata kembali kualitas keluarga menjadi sangat penting. Ini merupakan bekal awal untuk menata pendidikan anak. Kerap orang tua mengasuh membesarkan anak, namun merasa sudah memberikan tarbiyah atau pendidikan yang mencukupi.
Padahal selain membesarkan anak, ada kewajiban sangat mendasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yakni sungguh-sungguh membangun pribadi mereka. Terlebih jika menyimak rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.
“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR. Ahmad).
Dalam Islam, ada istilah baiti jannati atau rumahku surgaku. Maka seharusnya tidak ada alasan untuk bosan saat berada dalam rumah. Selain itu, rumah disebut maskan (tempat) karena memberikan ketenangan. Itu juga yang menjadi dasar pembelajaran daring semestinya bisa sangat menyenangkan, jika fungsi keluarga dipahami dengan benar.
Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Di sana karakter anak dibentuk. Jika tidak demikian, atau merasa muak dengan anjuran untuk di rumah saja, maka ada sesuatu yang harus dibenahi dalam manajemen keluarga.
“Seharusnya rumah itu memberikan ketenangan. Kenapa kok malah yang menenangkan hati ada di luar rumah? Berarti ada yang perlu kita benahi dan kita perbaiki di rumah kita. Sehingga anak di rumah itu merasa nyaman, nyaman dengan kita,” kata Ustadz Fauzil dalam webinar bertajuk pendidikan online untuk anak beradab, melalui akun Youtube AQL Islamic Center, Kamis malam (5/8/2021).
Maka, kata dia, menata kembali kualitas keluarga menjadi sangat penting. Ini merupakan bekal awal untuk menata pendidikan anak. Kerap orang tua mengasuh membesarkan anak, namun merasa sudah memberikan tarbiyah atau pendidikan yang mencukupi.
Padahal selain membesarkan anak, ada kewajiban sangat mendasar yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yakni sungguh-sungguh membangun pribadi mereka. Terlebih jika menyimak rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.
“Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR. Ahmad).