home edukasi & pesantren

Islam dan Kebangsaan Selalu Beriringan

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 10:10 WIB
Ilustrasi Islam dan Kebangsaan Foto:Langit7.id/Istock
Islam dan kebangsaan merupakan dua hal yang berjalan secara paralel dan saling menguatkan. Ibarat mata uang, dua sisi ini tidak terpisah dan bersifat integral (menyeluruh). Karenanya, mempertentangkan antara Islam dan kebangsaan adalah suatu hal yang anomali dan bisa dibilang ahistoris.

Islam memandang bahwa tujuan pokok bernegara tercermin dari kemampuan para pemimpinnya dalam mengemban dan menunaikan amanah, sebagaimana firman Allah:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

"Innallāha ya`murukum an tu`addul-amānāti ilā ahlihā wa iżā ḥakamtum bainan-nāsi an taḥkumụ bil-'adl, innallāha ni'immā ya'iẓukum bih, innallāha kāna samī'am baṣīrā Terjemah."

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Jika dimaknai lebih luas tujuan dari berdirinya sebuah negara dalam Islam berbanding lurus dengan tujuan-tujuan syariah (maqashid al-Syariah), sebagaimana yang ditulis oleh Imam Syatibi, yaitu:

1. Memelihara Agama (hifdzu al-din)
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
islam hikmah kebangsaan islam dan negara
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya