Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Islam dan Kebangsaan Selalu Beriringan

ahmad zuhdi Jum'at, 06 Agustus 2021 - 10:10 WIB
Islam dan Kebangsaan Selalu Beriringan
Ilustrasi Islam dan Kebangsaan Foto:Langit7.id/Istock
LANGIT7.ID - Islam dan kebangsaan merupakan dua hal yang berjalan secara paralel dan saling menguatkan. Ibarat mata uang, dua sisi ini tidak terpisah dan bersifat integral (menyeluruh). Karenanya, mempertentangkan antara Islam dan kebangsaan adalah suatu hal yang anomali dan bisa dibilang ahistoris.

Islam memandang bahwa tujuan pokok bernegara tercermin dari kemampuan para pemimpinnya dalam mengemban dan menunaikan amanah, sebagaimana firman Allah:

إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا

"Innallāha ya`murukum an tu`addul-amānāti ilā ahlihā wa iżā ḥakamtum bainan-nāsi an taḥkumụ bil-'adl, innallāha ni'immā ya'iẓukum bih, innallāha kāna samī'am baṣīrā Terjemah."

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Jika dimaknai lebih luas tujuan dari berdirinya sebuah negara dalam Islam berbanding lurus dengan tujuan-tujuan syariah (maqashid al-Syariah), sebagaimana yang ditulis oleh Imam Syatibi, yaitu:

1. Memelihara Agama (hifdzu al-din)
Agama, dalam hal ini Islam, merupakan pedoman hidup manusia, dan di dalamnya terdapat unsur-unsur akidah sebagai pondasi kehidupan sebagai sistem keyakinan bagi seorang muslim. Ada juga unsur syariat yang merupakan panduan bagi muslim dalam hubungannya dengan Allah.

Melalui syariat manusia mendapatkan bimbingan, sekaligus panduan bagaimana cara terhubung dengan Tuhan, Sang Khaliq. Juga yang sangat penting bahwa agama mengandung unsur akhlak yang membimbing manusia memiliki kualitas moral, baik kepada Allah, maupun kepada sesama dan lingkungannya. Karena itulah maka negara wajib melindungi agama yang dianut oleh seseorang dan menjamin kemerdekaan setiap orang untuk beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya.

2. Memelihara Jiwa (hifdzu al-nafs)
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang tercipta paling sempurna (ahsani taqwim). Dengan akal dan hatinya, manusia dapat mencapai pada tingkat peradaban tinggi dan puncak spiritual.

Karena itu, Islam sangat melarang atas pembunuhan tanpa hak karena bertentangan dengan prinsip dasar keberadaan agama. Karena itu pula, negara harus bisa memastikan (menjamin) atas kebebasan hidup manusia, tanpa dikriminasi sesuai dengan hak-haknya. Negara harus hadir berdiri tegak menjaga keamanan dan kedamaian warganya dengan penegakan hukum tanpa pandang bulu melalui alat negara.

3. Memelihara Akal (hifdzu al-aql)
Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain karena diberikan karunia berupa akal. Dengan akalnya, manusia mampu mencapal puncak peradaban tertinggi sampai saat ini. Dengan akalnya pula, manusia mampu menciptakan kemajuan, keteratuan, dan temuan-temuan teknologi yang sangat hebat. Karena Itu, negara berkewajiban untuk menjaga “akal” warga masyarakat agar dapat berkembang dengan baik.

4. Memelihara Keturunan (hifdz al-nasl)
Islam menjunjung tinggi kesucian dan keluhuran akhlak melalui keturunan. Perlindungan Islam terhadap keturunan adalah dengan mensyariatkan pernikahan dan mengharamkan perzinahan.

Islam mengatur dengan rigid, siapa-siapa yang tidak boleh dikawini, bagaimana cara-cara perkawinan dilakukan dan syarat-syarat apa yang harus dipenuhi, sehingga perkawinan itu dan pencampuran antara dua manusia yang belainan jenis dianggap sah.

Keturunan yang suci melalui jalur pernikahan yang diatur dalam Islam akan menentukan masa depan generasi yang berkarakter dan bertakwa. Karena itu, negara harus memiliki instrumen agar masyarakat dapat melaksanakan pernikahan dengan baik sesuai ketentuan agama dan negara.

5. Memelihara Harta (hifdzu al-mal)
Islam meyakini bahwa semua harta di dunia ini adalah milik (titipan) Allah, manusia hanya berhak untuk memanfaatkannya. Meskipun demikian, Islam juga mengakui hak pribadi seseorang. Fitrah manusia untuk mencintai dan mengumpulkan harta tanpa batas, sehingga ingin mengusahakannya dengan jalan apapun, maka Islam mengatur supaya jangan sampai terjadi konflik antara satu sama lain. Islam memiliki aturan agar manusia tidak boleh mengambil harta yang bukan menjadi haknya.

Islam telah mensyariatkan peraturan-peraturan mengenai muamalah seperti jual beli, sewa-menyewa, gadai menggadai, dan sebagainya, serta melarang penipuan, riba dan mewajibkan kepada orang yang merusak barang orang lain untuk membayarnya, harta yang dirusak oleh anak-anak yang di bawah tanggungannya, bahkan yang dirusak oleh binatang peliharaannya sekalipun. Karena itu, negara wajib melindungi harta kepemilikan masyarakat yang didapat secara sah agar tidak terjadi kekacauan dan pertikaian di masyarakat.

Sumber: Buku 'Islam dan Kebangsaan' yang disusun oleh Tim Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)