home edukasi & pesantren

Penistaan Rasulullah dari Masa ke Masa, Umat Islam Indonesia Tak Pernah Tinggal Diam

Selasa, 28 Juni 2022 - 14:00 WIB
Saat Rasulullah dihina, HOS Tjokroaminoto memimpin sendiri Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TNKM). Foto hanya ilustrasi adegan di Film Guru Bangsa Tjokroaminoto (foto: Picklock Productions)
Kasus penistaan agama bukan hal baru di Tanah Air. Saat Indonesia belum Merdeka, kasus-kasus penistaan agama seperti yang dilakukan Holywings pernah terjadi dari beberapa kali di Indonesia.

Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), Andy Riansyah, mengabadikan satu momen sejarah Penting terkait Tentara Kanjeng Nabi Muhammad pada 1918 yang dimuat dalam artikel jejakislam.net.

Pembentukan tentara itu bermula saat surat kabar Djawi Hiswara edisi 11 Januari 1918 No.5 yang diterbitkan N.V.Mij. t/v d/z Albert Rusche&Co. Surat kabar itu memuat artikel Djojodikoro yang berjudul “Pertjakapan antara Marto dan Djojo”.

Dalam artikelnya, Djojodikoro menulis “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem A.V.H. gin, minoem opium, dan kadang soeka mengisep opium.” Artikel itu sontak memicu reaksi keras dari Umat Islam di Nusantara, terutama di Surakarta.

Guncangan di Surakarta turut dirasakan di Surabaya. Pada akhirnya, akhir Januari, Tjokroaminoto dan Hasan bin Semit, seorang pemimpin Al-Irsyad Surabaya dan juga komisaris Centraal Sarekat Islam, mengadakan pertemuan maraton Sarekat Islam (SI) secara besar-besaran di Surabaya.

Baca Juga: Meneladani Sikap Abdullah bin Rawahah Saat Nama Nabi Muhammad Direndahkan

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sejarah penistaan agama pejuang muslim nabi muhammad saw
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya